Ketua DPD Terima Senator Rusia, Bahas Beasiswa hingga Teknologi Nuklir

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menerima kunjungan Senator Rusia Ilyas Magomed-Salamovich Umkahanov di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama Indonesia-Rusia, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, pertukaran masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sultan mengatakan Ilyas merupakan senator sekaligus politisi senior Rusia yang saat ini memimpin komite yang membidangi pendidikan, agama, dan kebudayaan. Menurutnya, Ilyas juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan parlemen Rusia.
“Kami dari pimpinan dan beberapa anggota DPD RI baru saja, baru saja menerima senator Ilyas. Senator Ilyas ini senator dari negara Rusia utusan khusus, beliau adalah salah satu politisi yang paling berpengalaman di negara Rusia, beliau sekarang adalah pimpinan komite yang membidangi bidang pendidikan, agama dan kebudayaan. Beliau juga beberapa kali menjadi anggota parlemen, kalau kita anggota DPD, di sana anggota dewan federasi, pernah menjadi pimpinan juga, lalu beliau menjadi wakil perdana menteri di salah satu negara bagian,” kata Sultan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).
“Beliau terakhir ke Indonesia diutus oleh negara, oleh Presiden Putin bersama wakil perdana menteri, Denis Manturov untuk menghadiri pelantikan presiden Indonesia ke-8, Pak Prabowo Subianto,” tambahnya.
Sultan menjelaskan pertemuan tersebut merupakan kunjungan balasan setelah pimpinan dan sejumlah anggota DPD RI sebelumnya diundang oleh Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko.
Menurut Sultan, dalam kunjungan sebelumnya, DPD RI dan Dewan Federasi Rusia telah menyepakati nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kunjungan Ilyas ke Indonesia kali ini menjadi momentum untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut.
“Tadi kami diskusi mengenai begitu banyak program yang harus di follow-up. Ini kunjungan balasan ya resmi karena beberapa bulan yang lalu kami diundang oleh ketua dewan federasi Rusia oleh Madam Matvienko. Itu kira-kira posisi konstitusi di sana, posisi struktur negara mungkin orang nomor tiga di sana. Kita diterima secara resmi dan luar biasa, kita membuat MoU dan itu resmi ya. Lalu beliau melakukan kunjungan balasan untuk mem-follow up,” ujar Sultan.
Sultan mengatakan tindak lanjut kerja sama akan difokuskan pada bidang-bidang yang menjadi lingkup komite yang dipimpin Ilyas. Salah satu kerja sama yang menjadi perhatian ialah bidang pendidikan.
Menurut Sultan, Rusia menjadi salah satu negara yang semakin diminati anak muda Indonesia sebagai tujuan pendidikan. Dia menyebut sejumlah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Rusia dapat menjadi peluang bagi mahasiswa Indonesia.
“Karena memang pendidikan yang luar biasa, ilmu pengetahuan yang berkembang pesat sekali. Bahkan tadi beliau sampaikan IT, sains, robotik, nuklir dan lain-lain,” katanya.
Sultan menyebut DPD RI akan mendorong agar peluang pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di Rusia dapat dimanfaatkan lebih luas. Dia mengatakan pihaknya akan memfasilitasi tindak lanjut kerja sama tersebut melalui komite terkait di DPD RI.
“Ya, itu tadi juga yang kita sampaikan, bahwa minat itu justru makin hari makin tinggi. Justru kita akan memfasilitasi dengan komite terkait, itu yang sudah kita payungi oleh agreement yang sangat baik. Nah tugas kami sekarang adalah bagaimana menerjemahkan agreement yang sudah kita tandatangani secara resmi, khususnya dalam bidang di antaranya adalah dalam bidang pendidikan, kebudayaan, pertukaran dan lain-lain,” tutur Sultan.
Dia mengatakan kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya akan dilakukan pada level parlemen dengan parlemen atau government to government. Menurut Sultan, hubungan antarmasyarakat atau people to people juga perlu diperkuat.
“Bahkan lebih dari itu, DPD juga sudah memfasilitasi ada beberapa sister city antara Moskow dengan beberapa kota di Indonesia, Saint Petersburg dengan Jogja, kemudian kalau nggak salah dengan Jawa Timur juga ya, dengan Surabaya. Tentu peran kita lebih dari itu, bukan hanya parlemen to parlemen, saya sampaikan, to people to people kontak,” ujarnya.
Sultan menilai hubungan bilateral Indonesia dan Rusia saat ini semakin berkembang. Dia menyebut DPD RI memiliki peran untuk mendukung penguatan hubungan kedua negara di berbagai bidang.
Selain pendidikan dan kebudayaan, Sultan menyebut kerja sama kedua negara juga telah berjalan di bidang sains, teknologi, dan sejumlah sektor. Dia menyebut bidang perkeretaapian, teknologi nuklir, serta teknologi penerbangan menjadi beberapa bidang yang telah dibicarakan.
Hal itu disampaikan Sultan ketika ditanya mengenai bidang spesifik yang diharapkan dapat dipelajari mahasiswa Indonesia melalui program pendidikan atau beasiswa di Rusia.
Dia menyebut kerja sama tersebut juga mulai diwujudkan melalui pengiriman peserta dari Indonesia. Menurutnya, saat ini terdapat rencana penambahan peserta yang akan mengikuti program kerja sama tersebut.
Sultan menambahkan, kesempatan kerja sama tersebut nantinya diharapkan dapat mencakup daerah-daerah di Indonesia secara lebih luas.
“Nanti kita akan mengambil, akan seluruh daerah nanti. Seluruh daerah nanti kita,” kata Sultan.
