Ketua DPP: Jokowi Sudah di PSI, Jabatannya Akan Segera Diumumkan Kaesang
·waktu baca 3 menit

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menyebut Presiden ke-7 Joko Widodo sudah menjadi bagian dari PSI. Meski begitu, posisi resmi Jokowi di partai tersebut akan diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep pada waktu yang dianggap tepat.
Hal itu disampaikan Bestari saat menanggapi soal Jokowi yang disebut akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.
“Jadi apa jabatan Pak Jokowi, Pak Jokowi itu sudah di PSI. Nanti mengenai kapan akan diumumkan jabatannya apa, saya sudah sampaikan di beberapa tempat juga. Akan langsung diumumkan oleh Mas Kaesang, sebagai ketua umum, begitu,” ujar Bestari, Kamis (28/5).
Ia mengatakan, meski jabatan formal Jokowi belum diumumkan, PSI saat ini sudah menempatkan Jokowi sebagai patron atau panutan dalam pergerakan partai.
“Namun demikian, kami telah juga menempatkan Pak Jokowi itu sebagai patron. Panutan kami di dalam kami bergerak di PSI,” katanya.
Menurut dia, PSI hanya menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkannya ke publik.
“Bukan keputusan Mas Kaesang, tapi kesempatan, waktu, dan tentu waktu yang tepat gitu loh. Sabar saja, nggak akan lari. Kalau saya ditanya apakah iya, ya saya jawabnya harapan saya seperti itu, gitu,” tutur Bestari.
“Semakin jelas, semakin bisa disampaikan kepada publik bahwa beliau sudah berada di PSI dan sudah berapa kali menyampaikan juga pernyataan bahwa akan mendukung full PSI dan akan bekerja keras untuk PSI, itu di kongres,” sambungnya.
Ia juga menyinggung pernyataan Jokowi yang menyebut dirinya masih siap turun langsung ke daerah untuk membantu partai.
“Kemudian di Rakernas juga menyampaikan, ‘Saya akan bekerja mati-matian dan saya masih sanggup untuk turun sampai ke kabupaten/kota, sampai kecamatan’, kan begitu,” ujar dia.
Terkait rencana kunjungan Jokowi ke sejumlah DPD PSI, Bestari menyebut itu bukan merupakan bagian dari persiapan menuju posisi Ketua Dewan Pembina PSI. Akan tetapi, dalam rangka untuk memenuhi undangan masyarakat.
“Oh tidak, itu hal yang berbeda. Dewan pembina itu bukan karena mengunjungi. Mengunjungi itu, berkunjung itu, keliling itu, dalam rangka memenuhi undangan dari masyarakat, gitu loh. Yang dulu pernah semasa beliau menjabat kan memang Pak Jokowi ini identik dengan blusukan, kan gitu,” katanya.
Menurut dia, safari Jokowi ke daerah dilakukan untuk menyapa masyarakat sekaligus bertemu berbagai elemen, mulai dari tokoh daerah hingga relawan.
“Sekarang mau menyapa kembali, sekaligus nanti bertemu dengan tokoh-tokoh, apakah ada relawan-relawan lokal, ataukah relawan mana ataukah tokoh lintas agama kah. Kemudian juga mungkin organisasi-organisasi, dan juga ya utamanya juga mengunjungi DPD-DPD PSI, begitu,” tutupnya.
Sebelumnya, Jokowi telah sempat menyinggung soal Ketua Dewan Pembina PSI yang berinisial J. Namun ia tidak memberikan banyak keterangan terkait ini.
“(Dikasih topi PSI) kan sudah disampaikan oleh ketum PSI (Kaesang Pangarep), bahwa ketua dewan pembinanya adalah berhuruf J, tapi J-nya siapa, tanya ke ketum PSI,” ujar Jokowi singkat di Solo, Senin (27/10).
Jokowi kini belum berpartai setelah dipecat PDIP pada akhir 2024. Ia dipecat setelah tidak lagi menjabat presiden. Sejak dipecat PDIP hingga saat ini, Jokowi beberapa kali telah ikut hadir dalam kegiatan PSI.
