Ketua DPP: Mayoritas Pengurus Daerah Masih Ingin Zulhas Ketum PAN

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Sejumlah nama calon Ketua Umum menguat menjelang kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang rencananya akan digelar pada bulan Maret tahun depan.

Nama-nama tersebut seperti Wali Kota Bogor Bima Arya, Mantan Pimpinan Komisi III Mulfachri Harahap hingga nama Ketua Umum PAN saat ini yaitu Zulkifli Hasan.

Dari sejumlah nama tersebut, Zulkifli Hasan berpotensi besar akan memimpin kembali partai berlambang matahari itu. Ketua DPP Yandri Susanto mengatakan mayoritas Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ingin Zulkifli Hasan maju menjadi kandidat.

"Mayoritas DPW mendaulat Bang Zul maju lagi ya. Jadi bang Zul diminta ya, bukan dari dianya," kata Yandri kepada kumparan, Rabu (27/11).

Menurutnya, permintaan itu didasarkan penilaian para pengurus DPW yang menilai Zulhas berhasil mempertahankan eksistensi PAN di Parlemen. Padahal, sejumlah lembaga survei menyebut ketidaksanggupan PAN untuk kembali terpilih di Pileg 2019 lalu.

"Menurut para ketua DPW itu Bang Zul berhasil mempertahankan PAN untuk di Parlemen. Walaupun semua pengamat dan lembaga survei mengatakan PAN tidak akan lolos (Parliament Threshold) PT," ujarnya.

Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

"Dan di berapa tempat luar biasa, Jakarta, Papua, Sulut, Sumbar dan lain-lain luar biasa. Memang yang jeblok di Jateng sebagian di Jawa Barat dan Timur. Di beberapa tempat kursi naik," lanjutnya.

Kendati demikian, Yandri menegaskan kompetisi di internal partainya bersifat kekeluargaan. Sehingga, dia memastikan tak akan ada perpecahan usai kongres yang sudah ditentukan pada tahun depan. Artinya, para kandidat yang kalah pada akhirnya akan mendukung siapa yang menjadi pemenang di kongres mendatang.

"Ini kompetensi keluarga dan saya yakin di antara semua bersaing boleh dan tetap sehat dan tidak akan memutus atau memecah tali silaturahmi atau tali persahabatan di antara kandidat," ujarnya.

"Nanti siapa pun yang menang nanti didukung, tidak ada pemenang meninggalkan yang kalah atau yang kalah tidak mendukung yang menang. Itu bukan tradisi PAN," pungkasnya.