Ketua DPRD DKI Ingatkan Anies soal Banjir, Khawatir Ada Klaster Corona Pengungsi

Jakarta mulai diguyur hujan deras belakangan ini hingga menyebabkan sejumlah titik banjir. BMKG juga memprediksi hujan deras akan terus terjadi hingga 3 hari ke depan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi pun mengingatkan Gubernur Anies Baswedan soal potensi banjir.
Ia meminta Anies mengantisipasi banjir jauh-jauh hari. Jangan sampai hal ini dikerjakan setelah adanya banjir.
"Jangan pas banjir baru kerja. Penanganan banjir ini perlu diantisipasi jauh-jauh hari, harus menyiapkan mitigasi banjir. Ini bukan lagi memikirkan kebijakan populer atau tidak populer, tapi ini kepentingan semua warga, nasib hidup warga Jakarta," kata Prasetio dalam keterangan resminya, Senin (28/9).
Menurut Prasetio, mitigasi banjir harus serius diperhatikan karena saat ini masih terjadi pandemi virus corona. Ia khawatir akan muncul klaster baru penularan virus corona saat proses evakuasi warga, penularan di pengungsian, hingga kondisi MCK umum yang tidak bersih.
Dia meminta Anies segera melakukan langkah-langkah mitigasi banjir. Sebab menurutnya, sejak beberapa tahun lalu mitigasi banjir bukan lagi program prioritas. Hal itu terlihat dari pemangkasan pagu penanganan banjir di beberapa tahun terakhir.
Bahkan di 2020, kata Prasetio, Dinas Sumber Daya Air (SDA) sempat tidak memiliki anggaran untuk penanganan banjir.
“Saya sudah katakan berkali-kali masalah Jakarta itu dari dulu dua, macet dan banjir, Karena itu saya menyetujui dibentuknya Pansus Banjir. Perlu keseriusan untuk masalah banjir ini. ” ujarnya.
Dia juga menyoroti revitalisasi trotoar yang dianggap menjadi penyumbang banjir Jakarta. Revitalisasi trotoar di sepanjang jalan Pangeran Diponegoro, kata dia, justru mengakibatkan penyumbatan air sehingga membanjiri perumahan warga sekitar.
"Di awal tahun lalu Jakarta kembali dikepung banjir. Termasuk di kawasan Menteng, Jalan Diponegoro. Penyebabnya karena pelebaran trotoar yang justru tidak memperhatikan saluran yang ada di bawahnya. Kalau sudah seperti ini bagaimana pengawasannya," terangnya.
Dia juga mendorong Anies mengoptimalkan alokasi dana pinjaman sebesar Rp 12,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Pinjaman tersebut dialokasikan untuk 2020 dan 2021 dengan beberapa program prioritas.
Selain banjir, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk sejumlah program, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
"Dengan ketersediaan anggaran, sudah saatnya Pak Gubernur memperbaiki manajemen, standar prosedur untuk penanganannya banjir," tuturnya.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
