Ketua DPRD Tangerang Pertimbangkan Saran Pembatalan Baju Dinas Louis Vuitton
ยทwaktu baca 2 menit

Pengadaan bahan baju untuk pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang senilai Rp 675 juta akan dikaji ulang. Hal ini setelah penggunaan bahan tekstil untuk pakaian dinas menjadi sorotan lantaran, menggunakan salah satu merek ternama, yakni Louis Vuitton.
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, nantinya pihaknya akan meninjau ulang dan memberikan saran untuk pembatalan bahan baju dengan merek ternama itu. Mereka akan merapatkan hal itu hari ini.
"Ya kita tinjau ulang, saran, ya, dibatalkan, tapi ini akan dibicarakan dulu dengan puluhan anggota dewan lainnya," katanya saat menjawab pertanyaan wartawan tentang baju dinas berbahan Louis Vuitton, Selasa (10/8).
Gatot menjelaskan, pihaknya tidak pernah meminta atau menyebutkan merek tertentu dalam pengadaan pakaian dinas yang mana.
"Saya jelaskan, kalau sebetulnya pengadaan baju dinas dewan ini adalah kegiatan rutin setahun sekali. Kita juga tidak pernah sebut merek tertentu," ujarnya.
Gatot juga bingung kaitan dengan pengadaan bahan baju dinas yang ramai setelah pemenang lelang ditetapkan.
"Ini yang saya bingung, saya dengarkan masukan dari semua tokoh, tapi soal ini tuh diramaikan setelah ada pemenang lelang, bukan saat proses lelang, ya. Padahal kalau bicara baju atau seragam, itu kegiatan setahun sekali. Makanya adanya ini saya juga perlu bicara ke teman- teman karena DPRD ini lembaga politik, tidak semerta-merta saya ketua bisa membatalkan. Makanya, hari ini kita pertemuan," ujarnya.
Gatot juga menjawab soal tuduhan DPRD tidak memiliki sense of crisis terkait pengadaan baju dinas ratusan juta rupiah untuk 50 wakil rakyat itu.
Gatot menekankan, pihaknya telah membuktikan berkali-kali tentang sense of crisis. Salah satunya dengan pengadaan mobil yang akhirnya gagal lelang.
"Kita sudah pernah buktikan, waktu itu soal pengadaan mobil dinas, dan pembenahan gedung DPRD yang akhirnya dibatalkan, karena statusnya masih proses lelang. Saat itu kita batalkan, melihat situasi pandemi," ujarnya.
"Tapi ini kan ketika menang [pengadaan baju dinas], baru ramai, kita bingung sendiri. Makanya, nanti akan kita tinjau kembali dan saran dibatalkan, tapi nanti kita rapatkan dulu," ungkap Gatot.
