Ketua Khilafatul Muslimin Cianjur Sudah 2 Tahun Menetap di Desa Sabandar
ยทwaktu baca 2 menit

Sebanyak 15 orang warga Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai pengikut Khilafatul Muslimin. Pengungkapan belasan orang yang tergabung dalam organisasi terlarang itu diketahui dari sebuah rumah dengan plang bertuliskan papan nama Khilafatul Muslimin Kemas'ulan Sabandar.
Rumah tersebut diketahui merupakan milik Ketua Khilafatul Muslimin Cianjur berinisial A yang berada di Kampung Cisaat, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
A disebut telah menetap sejak dua tahun terakhir di sana. Pria yang berprofesi sebagai pedagang makanan ringan keliling itu tinggal di rumahnya bersama dengan istri dan tiga orang anaknya.
Kasi Pemerintahan Desa Sabandar, Asep Sobandi mengatakan, keberadaan Khilafatul Muslimin di wilayahnya diketahuinya sejak dua pekan terakhir setelah adanya informasi dari Bhabinkamtibmas desa setempat.
"Keluarga ini betul tercatat sebagai warga desa ini (Sabandar) dengan kepala keluarga berinisial A dan diketahui sudah menetap di wilayah ini sejak dua tahun terakhir," kata Asep, kepada wartawan, Rabu (15/6).
Disebutkan Asep, plang bertuliskan Khilafatul Muslimin Kemas'ulan Sabandar yang sempat terpasang halaman depan rumah tersebut saat ini sudah tidak lagi terpasang.
"Memang sebelumnya sempat ada dan terpasang, tapi setelah sempat ada yang datang dari Densus 88, plang tersebut sudah tidak lagi ada terpasang," jelasnya.
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan polisi mendapatkan informasi soal keberadaan 15 anggota Khilafatul Muslimin di Cianjur. Para pengurus dan anggotanya tersebar di sejumlah kecamatan.
"Begitu dapat informasi ada kelompok Khilafatul Muslimin, kita langsung telusuri. Jadi yang di Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah itu rumah ketua kelompok di Cianjur," ucapnya.
Menurutnya, ketua Khilafatul Muslimin tinggal di Sabandar Karangtengah, sedangkan bendaharanya di Ciranjang, dan yang lainnya tersebar di beberapa kecamatan.
Doni mengaku, pihaknya belum mendapati informasi pergerakan organisasi secara masif. Beberapa hari terakhir aktivitas kelompok tersebut sebatas menggelar pengajian.
"Untuk ajakan dalam pembentukan ideologi hingga saat ini masih kita dalami, sedangkan aktivitas yang mereka lakukan hanya menggelar pengajian di rumah anggotanya," katanya.
Sejauh ini sebanyak 15 orang yang tergabung dalam Khilafatul Muslimin belum ditangkap, dan masih dilakukan pendalaman lebih lanjut.
"Kita masih mendalami kaitan pelanggaran hukum dari para anggota kelompok tersebut di Cianjur," pungkasnya.
