Ketua Komisi I Sebut Prabowo Tepat Tak Hadir G7: Lupakan Predikat Indah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Presiden Prabowo Subianto tidak hadir dalam Forum G7 dan memilih memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sikap ini dinilai tepat karena Indonesia bukan anggota, dan hanya sebagai observer.

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengatakan, memang sudah saatnya Indonesia meninggalkan predikat semacam itu. Kini, lebih baik fokus pada pembangunan nasional termasuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

"Kalau ASEAN kita wajib hadir, G20. Artinya kita mulailah lupakan tuh yang predikat-predikat yang indah-indah. Kita negara G20. Kita bener, [lakukan] job creation makin banyak, orang jangan banyak nganggur, pendapatan meningkat," kata Utut usai memberikan keterangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/6).

Presiden RI Prabowo Subianto di Forum Ekonomi Internasional The 28th St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2025) pada Jumat (20/6/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
kumparan post embed

Di sisi lain, politikus PDIP itu berharap perang Israel-Iran segera berakhir. Apalagi, Amerika Serikat justru ikut menyerang Iran bukan meredam.

Indonesia tentu bisa mengambil peran dari sisi diplomasi lainnya. Misalnya mengutus orang ke Iran.

"Tapi ini masih butuh waktu. Kalau kita memang bisa. Kita kirim utusan ke Iran. Bisa untuk mendamaikan. Membuat hati dingin itu penting," ucap itu.