Ketua Komisi VIII DPR soal Pejabat BPJPH Pukul Istri: Ditindak Aja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Minggu (24/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Minggu (24/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang merespons soal pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang memukul istrinya di kantor BPJPH, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 17 Agustus.

Menurut Marwan, pejabat itu harus ditindak karena sudah melakukan pelanggaran.

“Ya namanya pelanggaran ya ditindak aja,” ucap Marwan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/9).

Marwan menyebut, masalah ini belum sempat dibahas dalam rapat Komisi VIII bersama BPJPH pada siang tadi. Meski begitu, karena menyangkut hukum, masalah ini menurutnya tidak perlu sampai dibahas dalam rapat DPR.

“Nggak usah (rapat dengan) Komisi VIII, kalau pelanggaran kan berjalan sendiri,” tambah dia.

kumparan post embed

Pejabat BPJPH berinisial M itu memukul istrinya di lobi kantor BPJPH. Berdasarkan video yang didapatkan kumparan, pemukulan itu terjadi sekitar pukul 11.05 WIB. Saat itu, M baru sampai ke lobi, sedangkan istrinya sudah berada di sana.

Keduanya sempat berbincang sebentar hingga tiba-tiba M memukul kepala istrinya. Orang-orang yang berada di lobi pun terkejut.

Usai dipukul, sang istri sempat mencoba meraih badan M, namun tidak dapat. Ia pun pergi dan dikejar oleh M. Setelah itu, tak diketahui apa yang terjadi.

Kata Kepala BPJPH

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan saat acara Media Briefing IIHF 2025. Foto: Dok. BPJPH

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan merespons singkat kasus ini.

"Bae-bae aje. Kita jangan ambil isu yang negatif. Kita mendidik semua aman tentram, jangan ngutip yang hoaks-hoaks," kata Haikal di kantornya, Rabu (10/9).

Haikal menyebut, dugaan pemukulan itu tidak benar. "Nggak benar, kita ini semua kan dalam bimbingan saya, saya membina semua untuk mengedepankan akhlak, kalau seumpama ada-ada, yang kita lurusin," ujar dia.