Ketua Komisi VIII: Rektor ITK Harus Minta Maaf dan Dicopot soal 'Manusia Gurun'

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Budi Santosa Purwokartiko menuai sorotan karena tulisannya yang menyinggung istilah "manusia gurun." Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan, pandangan terkait 'manusia gurun' yang disampaikan Budi keterlaluan.

Dia pun meminta agar Budi segera meminta maaf atas pandangannya tersebut. Selain itu, Yandri juga meminta Kemendikbud Ristek mencopot Budi dari jabatannya sebagai rektor.

"Ini keterlaluan seorang rektor berkomentar begini, otaknya benar-benar enggak cerdas dengan komen begitu," kata Yandri, Minggu (1/5).

"Minta Pak Rektor cabut dan minta maaf karena bisa memecah belah anak bangsa. Minta Mendiknas copot rektor yang memupuk kebencian dan berbau SARA," lanjutnya.

Selain itu, Yandri juga mengatakan, 12 mahasiwi yang diwawancarai oleh Budi juga bisa melaporkan ke kepolisian atas dugaan perbuatan tak menyenangkan.

"Bisa juga peseta seleksi beasiswa LPDP melaporkan ke polisi dengan perbuatan tidak menyenangkan," tutup Waketum PAN ini.

kumparan post embed

Sebelumnya, tulisan Budi berisi cerita pengalaman dirinya saat mewawancarai sejumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kemenkeu.

Ia menceritakan mahasiwa yang ia wawancarai merupakan anak yang pintar. Dia menyebut ada 12 mahasiswi yang memiliki pikiran yang terbuka. Ia juga menyinggung mahasiswi ini juga tak suka ikut demo. Kemudian, barulah ia menyebut 'manusia gurun'.

"Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind, mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi," bunyi tulisan Budi yang beredar di media sosial.

***

Kamu mudik di lebaran tahun ini? Share informasi di sepanjang jalur mudik ke email redaksi@kumparan.com. Kirimkan foto atau video beserta informasi singkat. Jangan lupa sertakan kontak yang bisa dihubungi tim redaksi kumparan.

Laporan terbaik akan mendapatkan hadiah voucher Happyfit masing-masing senilai Rp 500 ribu untuk 5 orang dan saldo digital masing-masing Rp 300 ribu untuk 10 orang.