Ketua KPPS di Serang Nyoblos Pakai Hak 5 DPT: Ayahnya yang Caleg Raih 200 Suara

24 Februari 2024 18:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
TPS 21 Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, dok kumparan
zoom-in-whitePerbesar
TPS 21 Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, dok kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS 21 Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, berinisial J, mencoblos surat suara milik 5 orang DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang tidak datang ke TPS.
ADVERTISEMENT
Dugaan kecurangan J itu ditemukan pada Jumat (16/2). J nekat melakukan perbuatan curang itu lantaran ayahnya merupakan calon legislatif (caleg) DPRD Kota Serang.

Raih 200 suara

Kasus ini terungkap usai sejumlah saksi caleg DPRD Kota Serang protes atas hasil penghitungan suara di TPS tersebut pada Rabu (14/2) lalu.
Para saksi curiga dengan hasil suara yang tak wajar dari salah seorang caleg DPRD Kota Serang dari partai PPP berinisial H karena mampu meraih sekitar 200 suara dari total 294 DPT di TPS 21 Bendung.
Setelah ditelusuri, H ternyata ayah dari Ketua KPPS TPS 21 Bendung berinisial J. Diduga, J mencoblos surat suara milik DPT yang tak hadir untuk memenangkan sang ayah.
ADVERTISEMENT
"Iya, bapaknya (Ketua KPPS TPS 21) caleg PPP, emang orang sini. Itu unggul telak, sekitar 200 suara. Makanya itu yang bikin saksi caleg lain protes, karena hasil caleg lain itu wajar," kata Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bendung, Humedi saat ditemui di TPS 21 Bendung, Sabtu (24/2).
Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bendung, Humedi. dok kumparan

Pakai hak 5 DPT

Dari hasil penelusuran daftar absen pemilih yang hadir di TPS 21 Bendung, ditemukan ada 5 DPT yang terdaftar hadir di TPS meski status pemilih sudah dalam keadaan sakit keras, pindah domisili hingga meninggal dunia.
"Setelah ditelusuri, ditemukan ada orang yang sudah meninggal tapi kok nyoblos," kata Humedi.
Belum diketahui jumlah pasti surat suara yang sengaja dicoblos oleh J, termasuk pilihan yang dicoblosnya untuk Pilpres dan Pileg Provinsi dan DPR RI lantaran yang bersangkutan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. J sudah dua kali dipanggil Bawaslu terkait kasus ini dan selalu mangkir.
ADVERTISEMENT
"Kalau pilihan lainnya nggak tahu. Kan kalau selain (pileg) DPRD Kota Serang itu rata-rata hasilnya nggak mencolok, kalau yang DPRD Kota Serang ini kan mencolok banget. Kurang tahu alasannya, karena sampai saat ini orangnya juga nggak diketahui, belum ketemu, dihubungi susah, ke rumahnya juga nggak ada," katanya.

TPS 21 Bendung Dilakukan PSU

Imbas terjadinya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Ketua KPPS tersebut, TPS 21 Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang terpaksa dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada Sabtu (24/2).
Bahkan, Ketua KPPS TPS 21 pun harus diganti saat pelaksanaan pemungutan suara ulang dikarenakan J yang merupakan Ketua KPPS TPS 21 sebelumnya melarikan diri.
Ketua KPPS pengganti, Taufik Hidayat. dok kumparan
Ketua KPPS pengganti, Taufik Hidayat mengaku, dirinya tidak banyak mengetahui kendala yang terjadi di TPS 21 lantaran sebelumnya bertugas di TPS 23 Bendung.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, disampaikan Taufik, partisipasi pemilih di TPS 21 Bendung masih tetap tinggi saat pelaksanaan pemungutan suara ulang digelar.
"Saya nggak tahu, karena saya jadi pengganti. Alhamdullilah bisa 80 persen yang masuk dari total 294 DPR, jadi yang hadir itu sekitar 257 orang," kata Taufik.