Ketua KPU soal Kotak Suara dari Kardus: Di Pemilu 2019 Aman Tidak?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja merangkai kotak suara kardus di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Cibeurem, Jawa Barat, Jumat (1/2). Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja merangkai kotak suara kardus di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Cibeurem, Jawa Barat, Jumat (1/2). Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Salah satu logistik persiapan Pemilu adalah kotak suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan kembali menggunakan bahan yang sama dengan pemilu sebelumnya yakni kardus bahan duplex anti air.

Ketua KPU Hasyim Asyari menyebut kotak suara berbahan dus ini tidak ada masalah untuk digunakan. Pada pemilu 2019, kata Hasyim juga tidak ditemukan masalah yang berarti.

“Kalau Anda nyoblos, pertanyaan saya di TPS Anda, kotak yang disebut-sebut pakai kardus, aman tidak?,” tanya Hasyim saat diminta tanggapan soal rencana penggunaan kotak suara berbahan dus untuk pemilu mendatang di Kantor KPU, Kamis (29/12).

“Jadi enggak usah ngarang bebas, dan enggak usah berhalusinasi gitu, cek kotak di TPS anda kalau anda nyoblos kalau di situ aman, ya insya Allah aman,” sambungnya.

Hasyim membeberkan bahan karton duplex ini cukup murah dibanding bahan alumunium sehingga tidak akan membebani anggaran Pemilu 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan pada konferensi pers di KPU RI, Jakarta, Rabu (21/12/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kotak alumunium itu statusnya itu aset milik negara, aset BMN (barang milik negara). Sehingga kotak ini ada stikernya, nomor aset dan dengan begitu maka mengelolanya menjadi berat bagi kami di KPU," beber dia.

Hasyim juga mengatakan, ketahanan dan kekuatan kotak kardus berbahan duplex ini tidak perlu diragukan. Ia menuturkan, setelah tidak dipakai, kontak suara itu akan langsung dijual dan hasilnya masuk ke kas negara.

"Setelah Pemilu selesai, coblos selesai, komplain atau sengketa selesai, pejabat-pejabat terpilih sudah dilantik, setelah sudah dipilah-pilah arsip yang perlu didokumentasikan, kemudian dihapus dengan cara di lelang, dan hasilnya disetorkan ke kas negara," kata Hasyim.

Sementara itu, bahan ini sempat dicibir karena dianggap mudah rusak, apalagi setelah beredar foto kotak kardus itu digembok. Anggota KPU, Yulianto Sudrajat sebelumnya mengatakan, kotak suara berbahan dus untuk Pemilu mendatang spesifikasinya akan diperkuat.

“Kami mempertimbangkan menempuh kebijakan kotak suara yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 berbahan karton duplex kedap air seperti di Pemilu 2019,” kata Yulianto kepada kumparan, Rabu (28/12).

“Namun dari spesifikasi barangnya besok akan kami perkuat, sehingga lebih kokoh dan tidak mudah rusak,” lanjutnya.