Ketua MPR Kunjungi Natuna, Soroti Gas Subsidi hingga Harga Pangan

Ketua MPR Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (30/9).
Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Natuna dan dihadiri Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Wakil Gubernur Kepri Nyangnyang Haris Pratamura, Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Jarmin Sidik, serta Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan sejumlah pejabat lainnya.
Muzani mengatakan Natuna dipilih sebagai lokasi kunjungan karena merupakan wilayah perbatasan yang strategis. Menurutnya, kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pertahanan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
“Daerah perbatasan itu dalam pandangan kami, bukan hanya dijaga secara keamanan dan pertahanannya, tapi juga dari sisi kemakmuran, masyarakat yang ada di daerah tersebut harus tetap dijaga,” kata Muzani kepada wartawan.
Natuna Belum Dapat Kuota Gas Subsidi
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut yakni belum tersedianya kuota gas subsidi di Kabupaten Natuna.
Muzani menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian karena Natuna merupakan salah satu daerah penghasil gas dalam skala nasional. Ia mengatakan persoalan itu disampaikan Bupati Natuna dalam pertemuan dengan pimpinan MPR.
“Natuna meskipun menghasilkan gas yang cukup besar dalam skala nasional, ternyata di Kabupaten Natuna ini kuota gas subsidi belum didapatkan,” ujarnya.
Menurut Muzani, persoalan tersebut akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Ia menilai daerah penghasil gas semestinya mendapatkan prioritas dalam memperoleh kuota gas subsidi.
“Ini menurut saya adalah sesuatu hal yang harus mendapatkan perhatian dan keseriusan kami, dan kami akan sampaikan kepada pemerintah pusat bahwa daerah penghasil gas harus, mestinya harus mendapatkan prioritas untuk mendapatkan kuota gas subsidi,” kata Muzani.
Harga Pangan di Natuna Lebih Mahal 20-30 Persen
Persoalan lain yang dibahas yakni harga pangan di Natuna. Muzani menyebut harga sejumlah kebutuhan pangan di wilayah tersebut relatif lebih mahal dibandingkan harga normal di daerah lain.
“Harga pangan di sini relatif lebih mahal antara 20 sampai 30 persen bila dibandingkan dengan harga normal di tempat lain,” ujar Muzani.
Dalam pertemuan itu, layanan kesehatan di Natuna juga menjadi pembahasan. Muzani menyebut pelayanan kesehatan di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, kata Muzani, telah menyatakan akan memberikan perhatian terhadap persoalan kesehatan di wilayah perbatasan.
“Pelayanan kesehatan yang masih harus ditingkatkan. Dan Wakil Menteri Kesehatan menjanjikan akan memberi perhatian yang serius di daerah ini,” katanya.
Selain kesehatan, kebutuhan infrastruktur untuk masyarakat, khususnya nelayan, turut dibahas. Beberapa di antaranya yakni dukungan terhadap sarana transportasi, dermaga, jembatan, hingga cold storage di kawasan perkampungan nelayan.
“Perlu ada support terhadap sarana transportasi seperti dermaga, jembatan, dan cold storage di daerah-daerah nelayan, perkampungan-perkampungan nelayan. Dan sudah dijawab juga oleh Kementerian KKP,” ujar Muzani.
Muzani berharap kunjungan tersebut dapat mendorong penyelesaian sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Natuna.
“Mudah-mudahan kehadiran kami di Natuna ini bisa mendapatkan solusi dari beberapa persoalan yang diharapkan sehingga Natuna sebagai garda terdepan dari wilayah perbatasan kita, kehadiran negara akan semakin dirasakan dan kedaulatan kita akan semakin kuat di Natuna ini,” pungkasnya.
