Ketua RT Kesal Tak Dilapori soal Penembakan di Rumah Sambo: Saya Jenderal Lho

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara sepeda motor melintas di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ketua RT Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto, mengatakan dia tak menerima laporan dari pihak Kepolisian soal ada kejadian penembakan di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, pada Jumat (8/7).

Oleh karena itu, Seno mengaku kesal karena tak diberi tahu adanya kejadian penembakan itu. Padahal, dia bertanggung jawab di area lingkungan tersebut. Termasuk saat olah TKP.

kumparan post embed

"Sampai sekarang saya ketemu aja enggak, terus terang saya juga, ya, kesal. Saya ini dianggap apa, sih, maaf saja saya ini Jenderal lho meskipun RT," ujar Seno kepada wartawan, Rabu (13/7).

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Apalagi, lanjut Seno, pihak kepolisian yang sibuk dengan lokasi kejadian penembakan bahkan sempat menyuruh satpam setempat untuk membantu penjagaan.

"Jadi saya memang tersinggung juga dalam hal ini. Sama sekali enggak ada laporan, enggak ada ini, merintahkan satpam seenaknya saja. Kenapa tidak memberi tahu saya sebagai ketua RT," tambah dia.

Seno menjelaskan, dirinya baru mengetahui perihal penembakan di wilayahnya itu melalui pemberitaan pada Senin (11/7). Padahal, seharusnya setiap ada kejadian pasti langsung dilaporkan kepadanya.

Infografik Brigadir Yosua tewas ditembak sesama polisi. Foto: kumparan

"Biasanya kalau ada kejadian itu satpam mestinya laporan, nelepon gitu. Karena enggak ada laporan, jadi saya anggap enggak ada apa-apa," jelasnya.

Menurut Mabes Polri, peristiwa baku tembak itu terjadi pada Jumat (9/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Brigadir Yosua tewas di lokasi.

Polri baru mengumumkan peristiwa ini pada Senin (11/7). Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, keluarga Yosua di Jambi mempertanyakan kematian anaknya yang dinilai janggal.