Ketua Timwas DPR: Armuzna Jadi Penentu Sukses Tidaknya Haji, Harus Dimitigasi
ยทwaktu baca 3 menit

Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 Cucun Ahmad Syamsurijal membeberkan kesimpulan rapat Timwas DPR bersama Amirul Hajj di Al Qim'ma Hall, Makkah, Minggu (24/5). Rapat tersebut membahas persiapan menjelang puncak ibadah haji pada 26 Mei mendatang.
Cucun mengatakan, Timwas DPR memberi perhatian khusus terhadap kesiapan Armuzna atau fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Menurutnya, penanganan jemaah pada fase tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan penuh mitigasi.
"Karena inilah sukses tidaknya PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) itu di Armuzna ya. Jadi belum dikatakan sekarang sukses, berhasil," kata Cucun.
"Makanya tadi saya di closing kan minta doa dari semuanya semoga lancar, sukses. Nah, tim pengawas melakukan pengawasan memitigasi hal-hal yang akan terjadi karena sudah terbiasa paham apa yang akan terjadi itu dibicarakan dengan kementerian supaya mereka lebih mengantisipasi," lanjut dia.
Soroti Kesiapan H-2 Armuzna
Politikus PKB itu mengatakan persiapan H-2 menjelang Armuzna harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut pergerakan dan mobilisasi jemaah dalam jumlah besar.
"Kemudian besok di hari Tarwiyah, pergerakan jemaah ke Arafah ini perlu diantisipasi mengenai kesiapan satu mental mereka, logistik mereka. Jangan sampai berangkat ke Arafah, karena di Panja diputuskan bahwa sudah H-2 menjelang Arafah itu tidak menggunakan skema konsumsi yang biasa, diganti dengan Ready-to-Eat," kata Cucun.
Ia menjelaskan, Kementerian Haji telah menyatakan kesiapan terkait distribusi konsumsi bagi jemaah. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang terus dipantau dan ditindaklanjuti.
"Namun ada beberapa yang kurang kesiapan kesanggupan dari Kementerian Haji, itu akan ditutupi. Dan kita cek, alhamdulillah tadi pagi yang terima fresh meal pengganti Ready-to-Eat sudah terima, kemudian siang sudah terima ya," ucap Cucun.
"Walaupun masih ada laporan-laporan satu-dua, tapi alhamdulillah saya terus komunikasi dengan penanganan ini, PIC-nya Pak Ramadan, kemudian juga Kabid Konsumsinya Ibu Indri," sambungnya.
Cucun menegaskan, Timwas DPR terus memantau distribusi Ready-to-Eat di lapangan, termasuk melalui laporan anggota DPR dari masing-masing daerah pemilihan.
"Dan alhamdulillah laporannya termasuk anggota juga bertanya kepada jemaah-jemaahnya yang di kloter-kloter dari asal daerah pemilihannya, di sektor-sektor ada yang sudah terima, ada satu-dua belum terima, kemudian ditindaklanjuti baru dikirim diterima," ujarnya.
Antisipasi Pembatasan dan Distribusi Logistik
Selain konsumsi jemaah, Cucun juga menyoroti pembatasan akses lalu lintas di Makkah menjelang puncak haji. Menurutnya, pemasangan barrier pembatas jangan sampai menghambat distribusi logistik ke hotel jemaah.
"Supaya dipastikan masuknya logistik ini ke wilayah hotel-hotel tempat menginap kita. Karena gelombang pergerakan dari Makkah ke Arafah itu tiga gelombang. Jam-jam 7 sampai jam 11 aman ya, karena sudah terima semua dan diskema," ucapnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan teknis antara Panja Komisi VIII DPR dan Kementerian Haji akan dibahas lebih lanjut dalam Panja.
"Akan dibuka lagi dokumennya. Apakah 6 kali atau 9 kali, kemudian juga kita merekomendasikan justru kalau dibikin tiga gelombang ya jangan 6 kali, paling minimal 8 kali," kata Cucun.
Dorong Peningkatan Kualitas Armuzna
Cucun menilai penanganan haji sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, Timwas DPR tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi, termasuk usulan kontrak multiyears dan peningkatan kualitas layanan Armuzna.
"Tinggal perbaikan-perbaikan di sisi tadi ada rekomendasi kayak kontrak multiyears, kemudian juga bagaimana peningkatan kualitas Armuzna. Paket ya, dari Paket D ke Paket C supaya ada peningkatan. Tidak seperti gelaran kasur yang ditumpuk, tipis. Tinggal bicara dan nanti komponen mana yang bisa naik, komponen mana yang bisa turun," kata Cucun.
Ia juga menyoroti persoalan fasilitas kamar mandi yang dinilai belum proporsional dibanding jumlah jemaah.
"Kalau masyarakat sih pada dasarnya... dan satu, proporsional kamar mandi. Ya, proporsional kamar mandi jangan sampai antrean pagi hari sampai 20 sampai 25 orang. Ini yang harus dibicarakan dengan pihak provider yang menangani haji-haji reguler di sini," tutupnya.
