Ketum AMPG Bicara Penggembokan dan Massa yang Kuasai Golkar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum AMPG Golkar, Ilham Permana. Foto: Dok. AMPG
zoom-in-whitePerbesar
Ketum AMPG Golkar, Ilham Permana. Foto: Dok. AMPG

Ketua Umum (Ketum) Angkat Muda Partai Golkar (AMPG) Ilham Permana mengecam tindakan penggembokan kantor DPP Golkar di Jakarta Barat. Ilham menegaskan, penggembokan kantor DPP Golkar merupakan tindakan insubordinasi.

"(Penggembokan DPP Golkar) tindakan yang melanggar hukum. Secara hukum dia sudah melanggar hukum. Secara keorganisasian AMPG, dia melakukan tindakan insubordinasi," kata Ilham kepada wartawan, Minggu (25/8).

Penggembokan kantor DPP Golkar dikomandoi oleh Wakil Ketua AMPG Nofel Hilabi dini hari tadi. Awalnya, penggembokan dilakukan di pintu masuk utama Gedung DPP Golkar dan pintu belakang kantor DPP.

Namun pagi ini sudah tidak lagi terlihat ada gembok yang melilit gerbang kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Slipi. Ilham kemudian menyinggung status Nofel sebagai Waketum AMPG. Dia menyebut Nofel tak lagi menduduki jabatan Waketum AMPG.

"Saya tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah lagi menjadi pengurus AMPG, karena kami telah melakukan evaluasi, revitalisasi dan reposisi kepengurusan AMPG sejak 2 bulan yang lalu," terangnya.

"Jadi saya harap bagi siapa pun juga untuk menahan diri terhadap pengakuan-pengakuannya sebagai pengurus AMPG," imbuh Ilham.

Ilham juga meminta agar tindakan yang mengatasnamakan AMPG tak lagi dilakukan. Sebab, ia menerima banyak laporan dari warga sekitar DPP Golkar atas ketidaknyamanan yang terjadi belakangan ini dan dianggap mengganggu ketertiban umum.

"Saya sangat menyayangkan bawa-bawa nama organisasi tengah malam, mengganggu ketertiban umum, mengganggu kenyamanan masyarakat. Kami ini sudah menerima surat pengaduan dari masyarakat. Banyak yang kencing sembarangan, banyak yang buang sampah sembarangan," ungkap Ilham.

Terlebih, menurut Ilham, sejumlah orang yang berseragam AMPG di luar DPP Golkar itu dipastikan bukan bagian dari ormas sayap Golkar ini. Menurut Ilham, mereka merupakan oknum yang sengaja diberi seragam guna memperjuangankan segelintir kepentingan politik tertentu.

"Sudahlah, kita jangan maling teriak maling. Kita tahu bahwa mereka yang di luar itu bukan AMPG, mereka adalah oknum yang diberi seragam AMPG untuk memuluskan kepentingan politik segelintir orang," ujar Ilham.

embed from external kumparan

Sementara, lanjut Ilhma, sejumlah orang yang menggunakan seragam loreng kuning hijau di dalam DPP Golkar dipastikan merupakan kader AMPG. Mereka berada di dalam DPP karena sedang mendapat orientasi dari sejumlah pembicara salah satunya Sekjen Golkar, Lodewijk F Paulus.

"Kebetulan karena ada bom molotov kemarin ya sekalian untuk peningkatan kewaspadaan. Mereka yang di dalam juga sudah mengisi formulir khusus dan sedang menjalani orientasi AMPG," papar Ilham.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum AMPG, Nofel Hilabi, yang mendukung pencalonan Bamsoet sebagai ketua umum, mengirimkan foto-foto aksi penggembokan kantor Golkar dini hari tadi. Dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Nofel mengatakan menggembok gerbang kantor DPP Golkar karena tak diizinkan masuk.

"Sudah tiga hari kita berada di luar kantor DPP, karena tidak diizinkan masuk ke rumah kita sendiri. Kita menggembok DPP agar yang di luar tidak ada yang bisa masuk lagi dan yang di dalam tidak bisa keluar. Jadi sama-sama adil, tidak ada yang masuk dan keluar," kataNofel kepada wartawan, Minggu (25/8).

Nofel menyebut suasana sempat memanas, karena massa dari dalam kantor DPP Partai Golkar melakukan pelemparan batu. Dia menambahkan, penggembokan dilakukan agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tidak bisa masuk ke dalam kantor DPP. Dia mengaku khawatir ada pihak tertentu yang ingin memancing di air keruh.

"Kita semua tidak ingin ada kegaduhan di Partai Golkar. Karenanya, kami tidak ingin anarkis. Terbukti, selama tiga hari kita di sini, tidak ada satupun aksi huru-hara ataupun kerusuhan yang kami buat. Kami sama-sama bertekad menjaga suasana Partai Golkar kondusif. Yang membuat kegaduhan justru Ketum dengan melarang pengurus pleno masuk ke DPP dan memakai preman berseragam AMPG untuk menjaga DPP," paparnya.