Ketum TP PKK Dorong Olahraga Jadi Bagian Hidup Keluarga Menuju Indonesia Emas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketum Perwosi Tri Tito Karnavian dorong olahraga jadi bagian dari kehidupan keluarga guna wujudkan Indonesia Emas 2045 saat buka Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Soemantri, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Kemendagri
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketum Perwosi Tri Tito Karnavian dorong olahraga jadi bagian dari kehidupan keluarga guna wujudkan Indonesia Emas 2045 saat buka Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di GOR Soemantri, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Tri Tito Karnavian mendorong olahraga terus menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, kebiasaan berolahraga dapat menjadi wadah untuk membangun generasi yang sehat dan dapat diandalkan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Tri saat membuka Lomba Senam Kreasi Nasional Tahun 2026 di GOR Soemantri, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Perwosi bekerja sama dengan TP PKK Pusat dan dihadiri oleh Pengurus Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP). Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-59 Perwosi.

Dalam sambutannya, Tri mengapresiasi perjuangan para peserta yang telah melalui berbagai tahapan untuk dapat mengikuti kompetisi di tingkat nasional. Ia memahami bahwa persiapan peserta tidak mudah, mulai dari menyusun konsep, berlatih, hingga menyiapkan kostum, transportasi, dan akomodasi.

Menurut Tri, perjuangan tersebut memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar hasil kompetisi. Karena itu, ia meminta peserta tidak berkecil hati apabila belum memperoleh juara pertama, kedua, atau ketiga.

“Untuk hadir di dalam ruangan ini sebetulnya kalian sudah juara. Karena kalian sudah melewati perjuangan mulai dari mempersiapkan konsep, berlatih, dan yang pasti segala upaya untuk bisa hadir. Yaitu menyiapkan kostum, transportasi, akomodasi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit,” ujar Tri.

Lebih lanjut, Tri menilai para peserta telah menjadi teladan bagi masyarakat karena menunjukkan semangat untuk berolahraga sekaligus menghadirkan kreasi yang mencerminkan keberagaman daerah. Menurutnya, semangat tersebut perlu dipertahankan dan diteruskan di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan, kegiatan olahraga yang digerakkan Perwosi tidak semata-mata diarahkan untuk membina olahragawan berprestasi. Lebih dari itu, olahraga diharapkan dapat menjadi wadah bagi keluarga untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi pada masa depan.

“Tapi kita bersama-sama bergerak agar olahraga menjadi salah satu wadah bagi keluarga untuk menciptakan generasi-generasi yang bisa kita andalkan di masa yang akan datang. Khususnya Indonesia Emas 2045 yang tidak lama lagi karena kalian yang akan menjadi generasi emas tersebut,” paparnya.

Tri juga berharap semangat berolahraga tidak berhenti setelah lomba selesai. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus dilanjutkan di daerah masing-masing sehingga olahraga dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Mudah-mudahan acara ini bisa berlangsung baik dan nanti kembali ke tempat masing-masing menjadi terus dilanjutkan. Tidak hanya sampai di sini, ini agar menjadi kegiatan yang rutin memasarkan olahraga dan membuat masyarakat menjadi sehat,” pungkas Tri.

Lomba tersebut diikuti 26 peserta yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Para peserta menampilkan kreasi senam dengan memadukan gerakan olahraga, kreativitas, serta unsur budaya dari daerah masing-masing.