Kewalahan Atasi Dampak Gempa Afghanistan, Taliban Mohon Bantuan Internasional
ยทwaktu baca 2 menit

Taliban meminta dukungan internasional untuk menghadapi dampak gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo. Bencana ini menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sedikitnya 1.500 terluka.
Seorang pejabat senior Taliban Abdul Qahar Balkhi mengatakan, pemerintah secara finansial tidak dapat membantu korban gempa.
"Badan-badan bantuan, negara-negara tetangga dan kekuatan dunia membantu, namun bantuan itu perlu ditingkatkan ke tingkat yang sangat besar karena ini adalah gempa bumi dahsyat yang belum pernah dialami dalam beberapa dekade," kata Balkhi dikutip dari BBC.
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memastikan, bantuan untuk Afghanistan akan segera dikerahkan.
"Tim kesehatan, pasokan medis, makanan, dan tempat penampungan darurat sedang dalam perjalanan ke zona gempa," kata para pejabat PBB.
Gempa bumi melanda di sekitar 44km dari kota Khost. Getarannya terasa hingga ke Pakistan dan India.
Provinsi Paktika di tenggara telah terkena dampak paling parah. PBB sedang berjuang keras untuk menyediakan tempat penampungan darurat dan bantuan makanan. Namun, upaya penyelamatan terhambat oleh hujan lebat dan kurangnya sumber daya.
Para penyintas dan penyelamat mengatakan, desa-desa telah hancur total di dekat pusat gempa. Jalan-jalan rusak dan telepon seluler tidak berfungsi. Mereka juga takut jumlah korban tewas akan semakin meningkat.
Seorang dokter di Paktika mengatakan pekerja medis termasuk di antara para korban.
"Kami tidak memiliki cukup orang dan fasilitas sebelum gempa, dan sekarang gempa telah merusak sedikit yang kami miliki," kata petugas medis.
"Saya tidak tahu berapa banyak rekan kami yang masih hidup," sambung dia.
Afghanistan merupakan negara Asia Selatan yang rentan terhadap gempa. Sebab, Afghanistan terletak di wilayah yang aktif secara tektonik, melalui sejumlah jalur patahan termasuk sesar Chaman, sesar Hari Rud, sesar Badakhshan Tengah dan sesar Darvaz.
Penulis: Sekar Ayu.
