News
·
30 September 2020 11:54

KH Ahmad Zahro Bicara soal PKI: Siapa yang Tersinggung, Wajib Dipertanyakan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
KH Ahmad Zahro Bicara soal PKI: Siapa yang Tersinggung, Wajib Dipertanyakan (204513)
Dr KH Ahmad Zahro MA al-Chafidz, menjelaskan terkait Rapid Test di Pesantren. Foto: Youtube/AZAHRO OFFICIAL
KH Ahmad Zahro membuat pernyataan yang viral di YouTube soal oknum mendata ustaz-santri di sejumlah ponpes di Jawa Timur tengah malam.
ADVERTISEMENT
Dalam video yang diunggah oleh channel NU Garis Lucu, Ahmad menyebut pendataan ustaz santri itu berasa seperti tahun 1964.
Tahun 1964 yang dimaksud Ahmad adalah gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). kumparan kemudian menghubungi Ahmad menanyakan maksud pernyataannya itu.
Pesan WhatsApp dan panggilan telepon yang diajukan tak kunjung berbalas. Pada Selasa (29/9) malam, Ahmad Zahro mengirim chat WhatsApp.
Isi chat WhatsApp dari Ahmad Zahro itu adalah, “moga-moga ini sudah cukup. Mohon maaf saya sudah capek wawancara sejak 2 hari yang lalu,” ujar dia sembari memberikan link video YouTube terbaru pernyataannya.
Di dalam video YouTube itu, Ahmad memohon maaf kalau bicara PKI.
"Dan saya mohon maaf kalau saya bicara PKI, penjenengan kan bukan PKI, siapa yang tersinggung kalau saya bicara PKI kan wajib dipertanyakan," ujar Ahmad.
ADVERTISEMENT
"Dan ini tindakan kewaspadaan, antisipasif supaya kita tidak lengah dan tidak siap, ya kalau PKI yang pernah memberontak di negeri ini kan PKI," lanjut Ahmad.
Terkait pendataan ustaz-santri yang disebut Ahmad itu ternyata terjadi di Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir mengatakan kegiatan pendataan ustaz dan santri ponpes di Surabaya untuk kepentingan pencegahan penularan virus corona. Data itu adalah untuk mengantisipasi terjadinya klaster penularan corona di pondok pesantren.
Jhonny meminta kepada semua pihak untuk tak berspekulasi lebih jauh, apalagi mengaitkan hal itu dengan gerakan PKI. Soal pendataan dilakukan tengah malam, Jhonny mengatakan hal itu disesuaikan dengan shift petugas yang berjaga.
Video
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
ADVERTISEMENT