KH Zulfa Mustofa Siap Maju Caketum PBNU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KH Zulfa Mustofa. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
KH Zulfa Mustofa. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU apabila mendapat amanah dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Meski mengaku tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki jabatan tersebut, Kiai Zulfa menegaskan tidak akan menolak jika pencalonannya merupakan aspirasi dari para pengurus NU di daerah.

Hal itu disampaikan Kiai Zulfa usai peluncuran kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (10/7) malam.

"Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak," ujar Kiai Zulfa dikutip Sabtu (11/7).

Dukungan terhadap pencalonan Kiai Zulfa juga disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab. Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir aspirasi dari berbagai PWNU dan PCNU terus mengalir agar Kiai Zulfa ikut dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

KH Zulfa Mustofa. Foto: Dok. Istimewa

"Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama," ujar Gus Aab.

Ia mengatakan, dukungan tersebut muncul dari harapan warga Nahdliyin agar PBNU ke depan semakin kuat melalui agenda pembaruan organisasi.

"Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan pada tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini," katanya.

Senada dengan itu, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, menyebut dorongan kepada Kiai Zulfa untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU datang dari berbagai tingkatan kepengurusan NU, mulai dari PCNU, PWNU, hingga kalangan PBNU.

Menurutnya, Kiai Zulfa tidak pernah secara langsung mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, aspirasi dari berbagai pengurus terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 NU.

"Beliau tidak pernah menyatakan mencalonkan diri. Justru aspirasi itu datang dari banyak pengurus cabang, pengurus wilayah, sampai dari PBNU sendiri yang mendorong beliau untuk maju," ujar Kiai Taufik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses penentuan calon Ketua Umum PBNU tetap sepenuhnya berada di tangan para pemilik hak suara dalam Muktamar.

"Kita lihat nanti siapa yang akan maju dalam Muktamar. Semuanya tentu bergantung pada aspirasi pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai pemilik mandat," pungkasnya.