Khalil Haqqani, Kepala Keamanan Kabul yang Kepalanya Dihargai Rp 72 M oleh AS
·waktu baca 3 menit

Taliban menunjuk kelompok radikal Jaringan Haqqani sebagai pasukan penjaga keamanan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. Salah satu anggotanya, Khalil al-Rahman Haqqani atau Khalil Haqqani, diangkat sebagai kepala keamanan.
Kekuasaan Jaringan Haqqani di ibu kota memicu kecemasan dari berbagai pihak. Pasalnya, Khalil Haqqani merupakan buronan teroris Amerika Serikat dan juga PBB.
Jaringan Haqqani merupakan salah satu kelompok paling brutal yang terafiliasi dengan Taliban. Kelompok ini juga dikategorikan sebagai organisasi teroris asing oleh AS.
Dikutip dari VoA News, Kepala Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, Dr Abdullah Abdullah, mengatakan ia telah bertemu dengan Khalil Haqqani dan pasukannya di Kabul.
Abdullah mengindikasikan bahwa Khalil Haqqani ditugaskan oleh Taliban untuk mengawasi berjalannya keamanan di Kabul.
Haqqani meyakinkan, ia akan “bekerja dengan keras untuk memelihara keamanan bagi warga ibu kota Kabul.”
Dikutip dari BBC, pada Jumat (20/8) lalu, Khalil Haqqani muncul di depan publik Afghanistan.
Di Masjid Pul-e-Khesti Kota Kabul, ia menyampaikan dakwah di hadapan ribuan orang yang “menyampaikan kesetiaannya pada Taliban”. Ia didampingi oleh sejumlah pria bersenjata berseragam militer.
Pada wawancaranya dengan Al Jazeera pada Minggu (22/8/2021), Khalil Haqqani menegaskan warga Afghanistan tak perlu takut. Taliban, menurutnya, berjuang untuk mengembalikan ketertiban dan keselamatan pada Afghanistan, negara yang sudah berpuluh-puluh tahun menghadapi bengisnya perang.
“Jika kami bisa mengalahkan kekuatan adidaya, tentu kami akan mampu memberikan keamanan bagi rakyat Afghanistan,” ujar Khalil Haqqani.
Siapa Khalil al-Rahman Haqqani?
Khalil al-Rahman Haqqani atau Khalil Haqqani adalah penggalang dana terbesar di Teluk Persia bagi Jaringan Haqqani. Menurut Center for International Security and Cooperation (CISAC) Universitas Stanford, Haqqani terlibat dalam pelatihan serta distribusi senjata, dan mengelola pusat detensi pejuang yang ditangkap oleh Jaringan Haqqani dan Al-Qaeda.
Pria berusia 55 tahun ini adalah saudara dari Jalaluddin Haqqani, pendiri kelompok Jaringan Haqqani yang sangat ditakuti di Afghanistan.
Seperti diketahui, Khalil Haqqani masih ditandai sebagai “teroris global” oleh AS. Pada Februari 2011, Kementerian Keuangan AS menetapkan imbalan sebesar USD 5 juta (setara dengan Rp 72 miliar) bagi mereka yang berhasil menangkap Haqqani.
Dikutip dari situs Reward for Justice, Khalil Haqqani menyediakan bantuan dan dukungan besar untuk Taliban. Pada awal 2010 silam, ia mendonasikan dana untuk sel-sel tahanan milik Taliban di Provinsi Logar, Afghanistan.
Khalil Haqqani telah menerima perintah atas operasi-operasi Taliban dari Sirajuddin Haqqani, yang sekarang menjabat sebagai kepala operasional Jaringan Haqqani.
Tak hanya itu, Khalil Haqqani bertindak atas nama Al-Qaeda dan sejumlah aksinya berkaitan dengan operasi teroris Al-Qaeda. Pada tahun 2002 lalu, Khalil Haqqani mengerahkan pasukannya ke Provinsi Paktia, Afghanistan, untuk menegakkan unsur-unsur Al-Qaeda di lokasi.
Kecemasan Publik Menyusul Kekuasaan Jaringan Haqqani
Jaringan Haqqani dikenal memiliki hubungan baik dengan kelompok radikal Al-Qaeda. Penunjukan Khalil Haqqani sebagai kepala keamanan Kota Kabul membawa kecemasan tersendiri bagi publik.
“Fakta bahwa Khalil al-Rahman Haqqani bertanggung jawab atas keamanan di Kabul sangat mengkhawatirkan,” ujar seorang pejabat intelijen Inggris yang tak disebutkan namanya kepada VoA News.
“Haqqani dan Al-Qaeda memiliki sejarah panjang bersama, Anda bisa mengatakan mereka saling berkaitan, dan rasanya hampir tidak mungkin mereka akan memutuskan kemitraan mereka,” lanjutnya.
Jaringan Haqqani adalah kelompok militan yang bertanggung jawab atas serangan-serangan paling mematikan di Afghanistan.
Seperti serangan di Hotel Serena Kabul pada tahun 2008 silam; serangan di pangkalan AS di Khost oleh pasukan Haqqani berseragam rompi bom bunuh diri pada 2012; dan peledakan truk di dekat Kedutaan Besar Jerman di Kabul pada 2017 silam.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
