Khawatir Perang Skala Besar, Indonesia Minta Israel dan Iran Menahan Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket setelah Iran menembakkan salvo rudal balistik, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, 1 Oktober 2024 Foto: Amir Cohen/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket setelah Iran menembakkan salvo rudal balistik, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel, 1 Oktober 2024 Foto: Amir Cohen/REUTERS

Eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran menjadi kekhawatiran bagi Pemerintah Indonesia. Penyebab utama kekhawatiran adalah potensi pecahnya perang lebih besar.

Sepanjang Senin (1/10), Iran menghujani Israel dengan ratusan rudal. Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS) naik pitam dan berjanji akan membalas Iran.

Juru bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, menegaskan yang perlu dilakukan Iran dan Israel demi mencegah perang besar adalah menahan diri.

Juru bicara Kemlu Roy Soemirat. Foto: Andreas Gerry Tuwo/kumparan

"Indonesia sangat mengkhawatirkan perkembangan terbaru yang terjadi di kawasan tersebut, dan mendesak seluruh pihak menahan diri," ucap Roy lewat pernyataannya Rabu (2/10)

"Indonesia sangat khawatir potensi perang skala lebih besar dapat terjadi," sambung dia.

Roy menambahkan, selain meminta menahan diri Indonesia mendorong digelarnya pertemuan Dewan Keamanan PBB membahas ketegangan Israel dan Iran.

"Indonesia tekankan pentingnya DK PBB segera lakukan pertemuan khusus dapat membahas perkembangan terkini di Timur Tengah dan mengambil keputusan dapat menurunkan ketegangan," kata Roy.

Adapun Sekjen PBB Antonio Guterres apa yang terjadi antara Israel dan Iran. Dia menyatakan peristiwa itu memperluas konflik di Timur Tengah.

"Ini harus dihentikan. Kami benar-benar membutuhkan gencatan senjata," kata dia.