Khofifah Janjikan Kopi Jatim Mendunia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Khofifah Inginkan Peningkatan Produksi Kopi Jatim (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Khofifah Inginkan Peningkatan Produksi Kopi Jatim (Foto: Dok. Istimewa)

Calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, berkampanye ke industri padat karya PT Santos Jaya Abadi. PT Santos Jaya Abadi merupakan produsen kemasan kopi yang letaknya ada di Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat mengunjungi pabrik tersebut, Khofifah disambut lebih dari 3.000 tenaga kerja. Di hadapan 3.000 pekerja itu, Khofifah menjelaskan dirinya bercita-cita mendongkrak produksi kopi Jawa Timur hingga ke level internasional bahkan membuat kopi di Indonesia menempati posisi nomor tiga.

"Pabrik ini mengkonfirmasi bagaimana sektor agro beriringan dengan sektor manufaktur. Maka, para petani kopi terutama dari Jatim bisa mendapatkan harapan bahwa produk mereka terserap oleh pasar," kata Khofifah di PT Santos Jaya Abadi, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/3).

"Industri ini akan jadi inspirasi bagi seluruh petani kopi di Indonesia dan tentu pemerintah ke depan bertugas untuk meningkatkan produksi kopi terutama di Jatim," lanjut dia.

Khofifah Inginkan Peningkatan Produksi Kopi Jatim (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Khofifah Inginkan Peningkatan Produksi Kopi Jatim (Foto: Dok. Istimewa)

Khofifah berharap nanti bila kopi asal Jawa Timur berhasil menembus pasar internasional maka akan mendongkrak kesejahteraan petani. Selain itu bisa menambah jumlah tenaga kerja.

"Ini juga mendongkrak kesejahteraan tenaga kerja dan petani," ucap Khofifah.

Khofifah mengaku telah menulis beberapa catatan untuk dijadikan navigasi program nawa bhakti satya yang kelak dijadikannya sebagai RPJMD Jawa Timur lima tahun mendatang. Nantinya, Khofifah berjanji akan memberikan apresiasi pada perusahaan produsen kopi yang memiliki tenaga kerja yang mayoritas adalah kaum hawa.

Artinya, pabrik ini memberikan ruang lebar bagi siapapun untuk berkarya dan berdaya. Pabrik ini juga ikut memberdayakan tenaga kerja di sekitar pabrik. "Perusahaan ini tidak membedakan laki-laki dan perempuan," tegasnya.

"Ada equality bahkan tidak hanya pekerja produksi melainkan juga staf dan memiliki karir," papar Khofifah.

Sementara itu Plant Manager PT Santos Jaya Abadi, Novilia Astan, menuturkan walau industri sudah menggunakan teknologi dalam produksi namun pabrik ini masih komitmen untuk menjadi industri padat karya. Sehingga 3.000 tenaga kerja yang ada di pabrik ini mayoritas adalah warga di sekitar pabrik.

"Kita komitmen dari dulu untuk menyerap tenaga kerja. Karena pabrik ini dikeping tiga desa yaitu Gilang, Sambiroto, dan Brongin Bendo," ungkap Novilia Astan.

"Dan kami sudah ada agreement yaitu masing-masing desa kami ambil tenaga kerjanya sebanyak 20 persen, dan saat ini terus begitu," tutur Novilia Astan.

Diharapkan 3.000 tenaga kerja yang ada di pabrik bisa ikut berperan dalam perkembangan pabrik yang setiap jamnya menggoreng sebanyak 2.500 ton kopi tersebut.