Kiai Fahim Jatuh Sakit, Minta Polisi Tunda Pemeriksaan Kasus Dugaan Cabul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Fahim Mawardi (kanan), kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Al Djaliel 2 di Jember, diduga mencabuli 11 santriwati dan 4 ustazah.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Fahim Mawardi (kanan), kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Al Djaliel 2 di Jember, diduga mencabuli 11 santriwati dan 4 ustazah. Foto: Dok. Istimewa

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Djaliel 2, Kiai Muhammad Fahim Mawardi, mengaku kesehatannya terganggu seiring kasus dugaan skandal perselingkuhan dan pencabulan menerpanya—Fahim diduga mencabuli 11 santriwati dan 4 ustazah.

Fahim, karena merasa sakit, lantas mengajukan permohonan kepada polisi agar menunda pemeriksaan yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada jam 10.00 pada Sabtu (7/1).

"Kondisi kesehatan beliau drop, sakit. Kami meminta agar dilakukan penundaan waktu pemeriksaan," kata pengacara Fahim, Andy Cahyono Putra.

Pemeriksaan ini rencananya digelar pada Selasa (10/1).

Terungkap Ada Rekaman Cabul

Ceritanya, istri Fahim yakni HA atau kerap disapa Ibu Nyai, sudah curiga suaminya kerap tidur bersama "para korban" di kamar khusus berkunci fingerprint di lantai 2.

Ketika suaminya tidur di lantai 1, diam-diam Ibu Nyai memberanikan diri naik ke lantai dua dan masuk ke kamar khusus.

Ibu Nyai kemudian melihat isi handphone (hp) Fahim dan terhenyak: Di dalamnya terdapat belasan file rekaman suara laki-laki dan perempuan yang mengeluarkan desahan khas orang sedang berhubungan intim.

Ibu Nyai mengenali suara kedua orang tersebut. Suara lelaki di rekaman yaitu suaminya, sedangkan yang suara perempuan adalah ustazah.

"Ada rekaman suara ciuman, desahan, percakapan dan lain-lain. Saya cek file rekaman tertanggal 25 November 2022. Berarti, hubungan mereka sudah lama. Saya pun kaget," kata Ibu Nyai.

Ibu Nyai kian terkejut saat mendapati kontak telepon orang lain di hp suaminya yang diberi nama spesial, yakni dengan istilah "Zaujati". Ibu Nyai tahu kata asal bahasa Arab itu digunakan untuk memaknai sebutan yang berarti "wahai istriku".

HA, istri Fahim kiai Jember Foto: Dok. Istimewa

Kontak telepon bernama Zaujati itu setelah diperiksa olehnya ternyata berisi nomor seluler yang sama dengan milik ustazah.

Ibu Nyai kemudian mendatangi ustazah itu untuk menanyakan status hubungannya dengan Kiai Fahim. Benar saja, kecurigaannya tentang suaminya terjawab dari mulut ustazah langsung.

Selebihnya, Ibu Nyai tak menceritakan lebih jauh soal kejanggalan yang ia dapatkan. Dia mengatakan, hp suaminya telah ia serahkan ke polisi.

"Hp suami saya sudah diamankan, itu yang saya serahkan ke polisi," kata Ibu Nyai.

Fahim Membantah

Kendati didera isu panas, Fahim tidak gentar menemui wartawan yang hendak mewawancarainya pada Jumat (6/1).

Kepada wartawan, Fahim menyatakan siap jalan jongkok ke Jakarta sambil telanjang sebagai hukuman bila tuduhan ia mencabuli 11 santriwati dan 4 ustazah itu benar adanya.

"Dia mempunyai video saya, kalau ada, saya ambil video itu, saya beli Rp 100 juta kemudian setelah itu kalau bukti-bukti itu ada di meja hijau di pengadilan, saya siap jalan jongkok dari Jember ke Jakarta, kalau perlu saya jalan jongkok telanjang bulat, lagi. Saya serius bicara ini," kata Fahim, Jumat (6/1).

"Saya bertaruh. Kalau mereka mempunyai bukti yang katanya mencabuli atau apalah bahasanya, saya berani jalan jongkok dari Jember ke Jakarta telanjang bulat," ujar Fahim.

"Saya bersumpah, Wallahi saya berani seperti itu," kata Fahim.