King of The King di Nganjuk, Polisi Temukan Surat Bank Garansi USD 2 M

30 Januari 2020 14:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
King of The King di Nganjuk, Polisi Temukan Surat Bank Garansi USD 2 M (70228)
searchPerbesar
Barang bukti pemasangan spanduk Mr Donny Pedro diamankan polisi. Foto: Dok. Istimewa
Keberadaan kerajaan baru 'King of The King' ternyata tak hanya eksis di Tangerang, Banten. Di Nganjuk, poster kerajaan fiktif itu beredar dan viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Akun Instagram @asli.nganjuk memperlihatkan sejumlah orang sedang membentangkan spanduk dengan tulisan 'Selamat Datang MR Dony Pedro'. Dony Pedro disebut sebagai raja King of The King.
Selain itu, juga muncul suara perempuan yang membaca spanduk tersebut. “Ini adalah proses pembentangan baliho IMD di A tiga Nganjuk,” ujar suara wanita itu dalam video.
Dalam video itu dikatakan, Dony Pedro bisa melunasi utang masyarakat Indonesia.
King of The King di Nganjuk, Polisi Temukan Surat Bank Garansi USD 2 M (70229)
searchPerbesar
Polisi menunjukkan Barang bukti pemasangan spanduk Mr Dony Pedro. Foto: Dok. Istimewa
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyodo membenarkan adanya poster King of The King di Nganjuk sesuai dalam video yang beredar itu. Menurut dia, video tersebut dibuat pada tanggal 31 Desember 2019 sekitar pukul 09.00 WIB di lokasi Pasar Burung Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Ada empat orang pembuat video tersebut yang telah diamankan. Yakni Amin Gatot, Dwi Susanti, Wasis dan Purwanto. Mereka adalah warga Tanjung Anom, Nganjuk. Dalam keterangannya, kata Trunoyudo, mereka membuat video tersebut agar dapat duit Rp 1 miliar dari Dony Pedro.
“Motif pembuatan video untuk mendapatkan ganti uang sebesar Rp 1 miliar dari setiap pemasangan banner yang divideokan dan dikirimkan kepada Dony Pedro,” kata Trunoyudo, Kamis (30/1).
Trunoyudo mengatakan empat orang yang diperiksa itu mengaku diiming-imingi sesuatu oleh Dony Pedro. Di antara janji yang disebut oleh Dony, kata Trunoyudo, adalah melunasi utang Indonesia dengan cara menarik dana dari Bank Swiss.
Kemudian mengajak masyarakat bergabung dengan membayar duit pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta yang nantinya akan diganti oleh Dony Pedro senilai Rp 3 miliar. Pencairan duit Rp 3 miliar itu akan dicairkan pada tanggal 30 Maret 2019.
ADVERTISEMENT
Menurut Trunoyudo, empat orang yang diperiksa dan statusnya sebagai saksi itu mengaku tak berniat untuk menyebarluaskan kepada masyarakat dan melakukan perekrutan anggota baru King of The King.
“Video hanya dikirimkan kepada Dony Pedro dan tidak pernah disebarluaskan melalui WA group dan medsos lainya,” ungkapnya.
Trunoyudo menyebut di Nganjuk, ada sebanyak 40 orang yang menjadi anggota King of The King. Mereka diiming-imingi uang sebesar Rp 3 miliar. King of The King ini juga disebut sebagai Ikatan Mercusuar Dunia (IMD).
King of The King di Nganjuk, Polisi Temukan Surat Bank Garansi USD 2 M (70230)
searchPerbesar
Polisi menunjukkan Barang bukti pemasangan spanduk Mr Dony Pedro. Foto: Dok. Istimewa
“Tertarik dengan IMD karena dijanjikan uang sebesar 3 miliar apabila membuka nomor rekening dan setiap nomor rekening yang dibuka harus membayar Rp 1,5 juta,” kata Trunoyudo.
“Jumlah anggota IMD yang berada di Kabupaten Nganjuk sebanyak 40 orang dan 8 orang dari Kabupaten Ngawi yang sudah melakukan pembayaran dengan jumlah antara Rp.100.000 sampai Rp 1.500.000. Sehingga total uang yang sudah dibayarkan sebesar Rp 15.000.000 terdiri dari 10 rekening dan uang tersebut ditransfer ke rekening Rosmini istri dari Dony Pedro,” ujar Trunoyudo. Polisi juga mengamankan barang bukti. Di antaranya adalah sertifikat bank garansi Amro-Bank senilai USD 2.000.000.000. Dalam sertifikat bank garansi itu, tercantum stempel bertuliskan 'Swisse Bank' dan juga Amro-Bank. Di sertifikat bank garansi itu juga tercatat nama Dony Pedro sebagai Protective of Statement Guarantee CD Bank.
ADVERTISEMENT
Trunoyudo mengatakan institusinya akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Dia juga akan mencari keberadaan Dony Pedro selaku Raja King of The King.
“Akan dilakukan lidik lebih lanjut terkait keberadaan IMD,” kata dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020