Kini Sulawesi Selatan Jadi Provinsi Paling Rawan Corona di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memadati Pasar Terong di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
zoom-in-whitePerbesar
Warga memadati Pasar Terong di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menargetkan pada akhir Mei 2020 Kota Makassar bebas dari penularan dan paparan virus corona. Menurut Nurdin capaian itu bisa diraih asalkan masyarakat taat.

"Makanya saya imbau, kalau kita taat, insya Allah, Mei ini kita akan selesai dengan corona ini," ujar Nurdin, saat Live Corona Update kumparan pada 6 Mei silam.

Namun ternyata, bak jauh panggang dari api. Target itu tak terwujud, malah kini Sulsel menjadi provinsi dengan indeks penularan (Rt) corona tertinggi di Indonesia, dengan Makassar sebagai episenter wabah.

Indeks corona di RI 11 Juni. Foto: Dok. Bonza

Menurut data Bonza, platform yang memantau indeks penularan corona di Indonesia, Rt di Sulsel kini menyentuh angka 1,59. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding dengan 33 provinsi lainnya.

Angka 1,59 merupakan titik tertinggi sejak 18 April. Secara keseluruhan, Rt di Sulsel turun naik.

Dengan catatan, tidak pernah di bawah 1. Artinya, selalu ada peluang satu orang menulari seorang lainnya.

Indeks corona di Sulawesi Selatan. Foto: Dok. Bonza

Data terbaru, ada 2.195 kasus positif di Sulsel. Sebanyak 704 di antaranya sembuh, sementara 97 orang meninggal dunia karena COVID-19.

Hal ini menjadikan Sulsel provinsi paling rawan corona di Indonesia.

Penyebab Lonjakan Kasus

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Foto: Dok. Istimewa

Dalam konfrensi pers dengan BNPB pada Rabu (10/6), Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membeberkan penyebab kasus corona di wilayahnya melonjak lagi.

"Yang (zona) merah Makassar karena kemarin ada pelonggaran Pemkot sehingga kita agak kesulitan juga. Padahal kita berharap Makassar ini episentrum utama, kita ingin Makassar lebih cepat lagi," kata Nurdin.

Namun menurut Nurdin, pergantian PJ Wali Kota Iqbal Suhaeb ke Yusran Jusuf pada pertengahan Mei lalu menjadi persoalan.

"Kemarin ada pergantian wali kota sehingga ada miskomunikasi dalam menyusun kebijakan," jelas Nurdin Abdullah.

embed from external kumparan

Selain itu, belakangan muncul hoaks yang masif soal COVID-19 tidak berbahaya. Lebih parah lagi ada provokasi yang menyebut corona skenario rumah sakit dan dokter untuk menguntungkan mereka.

Terlepas dari itu, Nurdin menyebut tes di wilayahnya makin masif. Dari 400 per hari kini bisa mencapai 800 dalam 24 jam.

kumparan post embed

--------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

-------

Saksikan video menarik di bawah ini: