Kisah Aimel Ingin Lihat Sapi Kurban Gemoy di Istiqlal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapi kurban Idul Adha milik Menhan Prabowo Subianto di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (16/6/2024). Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sapi kurban Idul Adha milik Menhan Prabowo Subianto di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (16/6/2024). Foto: Hedi/kumparan

Aimel (54 tahun), jauh-jauh dari Slipi, Jakarta Barat, melancong ke Masjid Istiqlal di Jalan Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat — jaraknya sekitar 10 km. Tujuannya satu, demi melihat hewan-hewan kurban yang tak biasa dipandangnya.

Ia tiba Selasa (18/6) sejak pukul 07.00 WIB. Ingin melihat sapi-sapi jumbo milik Presiden Jokowi, Menhan Prabowo Subianto, hingga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebelum disembelih.

Katanya, sapi seberat lebih 1 ton itu jarang dilihatnya.

"Beda, bedanya kalau di masjid [dekat rumah] itu kan sapinya tidak ada yang seperti sapinya Pak Jokowi yang besar banget, gemoy-gemoy, terus juga punya Pak Prabowo," ujar Aimel dengan riang.

Sedari awal ia tahu tak akan mendapatkan potongan daging kurban. Bukan itu tujuannya ke masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Aimel (kiri) warga Slipi, Jakarta Barat menonton sapi milik Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Tahun ini Istiqlal memang tak membagikan daging langsung ke warga dengan membagi kupon. Mereka membagikannya ke lembaga yang telah mengirimkan proposal.

Kembali ke cerita Aimel.

Sapi kurban Idul Adha milik Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (16/6/2024). Foto: Hedi/kumparan
Sapi kurban Idul Adha milik Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (16/6/2024). Foto: Hedi/kumparan

Wajahnya tiba-tiba berubah haru. Ia bercerita tahun ini ia tak bisa berkurban karena ada satu dan lain hal.

"Dulu, waktu ada suami, kebetulan saya sering kurban. Suami enggak ada, ya, enggak ada (kurban) karena saya sibuk mencari nafkah untuk membesarkan anak-anak sampai kuliah, sekarang kerja," ujar Aimel sambil berharap tahun selanjutnya bisa berkurban kembali.