Kisah Arief Hidayat Jadi Hakim MK: Sempat Jadi 'Anak Pungut' Taufik Kiemas
ยทwaktu baca 4 menit

Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat bakal pensiun pada 3 Februari 2026. Dia pun mengenang perjalanannya menjadi Hakim MK yang kemudian diembannya selama 13 tahun.
Hal tersebut disampaikan Arief Hidayat dalam sambutannya saat acara Peluncuran dan Bedah Buku miliknya di MK pada Senin (2/2). Dalam acara tersebut, hadir sejumlah mantan Ketua MK seperti Mahfud MD hingga Hamdan Zoelva. Tampak pula Ketua MK Suhartoyo serta para Hakim MK yakni Ridwan Mansyur, Arsul Sani, serta Daniel Yusmic. Dalam jajaran tamu undangan, terlihat Bambang Wuryanto dan Yasonna Laoly.
Arief Hidayat memulai sambutannya dengan mengenang pesan dari Guru Besar Undip, Profesor Satjipto Rahardjo.
"Saya tidak menyangka, karena pesan dari guru besar saya, Profesor Satjipto Rahardjo, Arief Hidayat jabatan yang tinggi seorang dosen adalah guru besar, kalau yang lain lain itu tambahan," kata Arief.
Arief mengaku, dia diajak sempat menjadi anggota DPR dari PDI. Namun, Prof Satjipto tidak mengizinkannya.
"Maka saya pada waktu tahun 1998 sebetulnya sudah diajak oleh teman teman tokoh-tokoh di Jawa Tengah melalui partai PDI Pak Profesor Dimyati Hartono mengajak saya untuk mencalon menjadi anggota DPR pada tahun 98," ungkap Arief.
"Waktu itu saya izin ke Profesor Satjipto, dia tidak mengizinkan karena pesan ibu saya kepada beliau, karena kenal dekat, Arief harus jadi seorang guru besar. Setelah saya menjadi dekan, jadi guru besar, saya mencoba untuk mulai berkiprah di tingkat nasional," sambungnya.
Dari Foto Sukarno hingga Jadi Anak Pungut Taufik Kiemas
Pada saat menjadi dosen, Arief mengaku memajang foto Sukarno di ruang kerjanya. Menurut dia, ada guru besar yang sempat menegurnya.
"Pada waktu awal jadi dosen muda saya itu memasang foto Bung Karno di ruang dosen saya. Pada saat itu seorang tokoh guru besar senior berkata kepada saya begini, 'Arief, kamu kalau masih ikut foto itu terus enggak mungkin bisa cari makan, tolong tinggalkan, ikut saya'," cerita Arief.
"Tapi saya bilang mohon maaf Prof. saya tetap setia dengan beliau dalam arti setia dengan ajaran ajaran beliau sehingga sampai hari ini saya masih menggunakan jaket yang paling saya suka adalah jaket merah karena jaket merah itu namanya PA GMNI sekaligus Fakultas hukum Universitas Diponegoro juga merah gitu. Warna merah kayaknya membekas sekali di hati saya sejak saya kecil," imbuhnya.
Menurut Arief, dia kemudian kenal dengan Taufik Kiemas yang kala itu menjabat Ketua MPR. Bahkan, dia mengaku jadi anak pungut suami Megawati Soekarnoputri itu.
"Setelah saya ke Jakarta saya ini dipungut menjadi anak pungut dari Bapak Taufik Kiemas. Pada waktu itu Bapak Taufik Kiemas Ketua MPR menyampaikan kepada saya, 'Arief Hidayat pemikiran pemikirannya kayaknya berguna untuk di tingkat nasional jangan hanya di tingkat Undip'. Beliau sejak saat itu, maka Pak Taufik Kiemas sering mengajak diskusi saya mengenai hal hal yang berhubungan dengan konsepsi negara hukum yang berwatak Pancasila," papar Arief.
"Kebetulan waktu menunggu ketua MPR saya di ruang Fraksi PDIP di ruangnya Prof Yasonna Laoly saya di situ dikasih makan di situ jadi saya sangat terima kasih Pak Yasonna," sambungnya.
Kritik UU MK
Salah satu pengujian undang-undang yang sangat diingat Arief Hidayat adalah UU MK terkait usia pensiun Hakim. Perubahan UU membuat Hakim MK bisa menjabat hingga usia 70 tahun.
"Pada waktu itu Undang-Undang itu saya mengatakan, saya satu satunya yang dissenting, Undang-Undang ini dibuat enggak bener. Padahal sebelumnya temen-temen yang lain membatalkan Undang Undang Ciptaker tapi saya mengatakan Undang-Undang Ciptaker jangan dibatalkan seluruhnya. Tapi tolong dipelajari satu satu nanti di materialnya," papar Arief.
"Nah itu saya kalah dalam voting Undang-Undang Ciptaker menurut penilaian saya pembuatan undang Undang Ciptaker lebih bagus daripada Undang-Undang MK karena Undang-Undang MK ada maksud terselubung," sambungnya.
Dengan dikabulkannya permohonan tersebut, Arief Hidayat pun menjadi bisa pensiun pada umur 70 tahun.
'Saya enggak ikut-ikut, tapi ikut kena hadiahnya ini sehingga bisa pensiun sampai usia 70 tahun itu," ucapnya.
