Kisah Bani Taplak

Tagar #BaniTaplak belakangan menjadi trending di Twitter. Istilah BaniTaplak bermula dari perang status antara pendukung Ahok-Djarot dengan para haters.
Para haters menyebut warna baju yang dikenakan oleh para pendukung Ahok mirip dengan serbet karena bercorak kotak-kotak. Para pendukung Ahok pun bereaksi, akhirnya mereka mulai mempopulerkan tagar #BaniTaplak.
Salah satu anggota tim medsos Ahok, Hariadhi, menyebut tagar BaniTaplak hanya untuk merespons serangan yang dilancarkan para haters.
"Kita dihina-hina terus kan. Dulu dihina-hina pasukan kecebong sekarang dibilang kayak serbet. Kita diintimidasi terus dan kita akhirnya balas serangan dengan lucu-lucuan BaniTaplak," ujar Hariadhi ketika dihubungi kumparan di Jakarta, Jumat (3/3).
Pemilik akun @hariadhi ini menyebut ada perubahan strategi dalam menghadapi para haters. Menurut dia, saat ini para pendukung Ahok tidak mau menghadapi serangan dengan kata-kata kasar. Mereka menilai serangan dengan kasar tak lagi efektif.
Akhirnya, tercetuslah ide untuk menciptakan avatar BaniTaplak sebagai bukti bahwa pendukung Ahok tidak malu disebut mirip serbet. "Kalau avatar itu kan profile picture, identitas seseorang. Saya kepikiran cara counternya seperti itu. Eh, banyak yang ikutin dan jadi trending," tuturnya.
BaniTaplak makin jadi perbincangan di jagad dunia maya setelah kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Hariadhi mengatakan momen kedatangan Raja Salman membuat avatar BaniTaplak makin banyak digunakan.
"Banyak yang menghubungkan bahwa Raja Salman juga memakai kotak-kotak. Kebetulan kita momennya dapet. Ini enggak menyangka sih, tapi malah dapat dampak," ujarnya.
Hariadhi mengaku tidak bermaksud untuk menghubungkan kedatangan Raja Salman dengan BaniTaplak. Tapi, justru banyak netizen yang mengaitkan hal ini.
Berbagai avatar BaniTaplak pun muncul di Twitter. Mulai dari pilot dengan kemeja kotak, pemain skateboard dengan kemeja kotak-kotak atau bahkan musisi yang mengenakan kemeja kotak-kotak.
Hingga hari ini, Hariadhi sudah membentuk 50 karakter avatar. Menurut dia, tiap hari permintaan soal avatar BaniTaplak makin meningkat. Hariadhi mengaku merancang seluruh avatar yang beredar di Twitter. Ia menegaskan tidak pernah mengerahkan kekuatan buzzer Ahok di media sosial untuk mempopulerkan BaniTaplak. Semuanya menjadi trending, kata dia, memang secara kebetulan saja.
"Responsnya luar biasa ternyata. Jadi ya kita tidak pernah anggap ini perang, kalau banyak yang menggunakan ya, kita malah bersyukur," ujarnya.
