Kisah Batik Kudus yang Pernah Melenggang di New York

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Batik Indonesia begitu beragam, dari Sabang sampai Merauke berbeda-beda motifnya. Beda motif, beda pula cerita dibaliknya. Tak terkecuali Batik Kudus, yang merupakan bagian dari Batik Pesisir.

Batik Kudus memiliki kekhasan dan daya tarik tersendiri. Batik yang terkenal dengan isen-isen rumit dalam proses pembuatannya ini, bahkan pernah melenggang di pentas internasional.

Com-Batik Kudus di NYFW (Foto: Indonesia Kaya)
zoom-in-whitePerbesar
Com-Batik Kudus di NYFW (Foto: Indonesia Kaya)

Sebagai batik yang dihasilkan di daerah pesisir, selain unik dalam warna dan coraknya, Batik Kudus juga menunjukkan pengaruh yang kuat dari budaya Cina. Misalnya, dengan motif flora dan faunanya. Selain itu Batik Kudus juga menampilkan corak yang menunjukkan pengaruh budaya Islam dan Timur Tengah.

Keunikan Batik Kudus ini bahkan membawanya hingga ke pentas internasional. Pada 2016, desainer Indonesia Denny Wirawan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation membawa wastra Indonesia ke Fashion Gallery New York Fashion Week (FGNYFW) 2016, melalui lini etniknya Balijava dengan koleksi Batik Kudus.

Dalam gelaran tersebut, sebanyak 15 rancangan terbaru koleksi Fall Winter tampil modern, edgy dan elegan di hadapan para pecinta fashion di Ballroom Hotel Affinia Manhattan New York. FGNYFW merupakan bagian dari rangkaian acara New York Fashion Week yang dikenal sebagai salah satu kiblat fashion dunia.

Com-Batik Kudus di NYFW (Foto: Indonesia Kaya)
zoom-in-whitePerbesar
Com-Batik Kudus di NYFW (Foto: Indonesia Kaya)

Salah satu motif batik Kudus yang dikenal adalah motik Padma alias bunga Lotus yang berarti simbol kecantikan abadi dan kemurnian di budaya Asia. Motif Padma inilah yang menarik perhatian Denny Wirawan untuk mengembangkan dan mengolah motif tersebut dalam rangkaian koleksinya.

Dalam karyanya, batik kudus diolah menggunakan pallete warna yang cenderung lebih gelap, seperti blue navy, green olive, beige, dan hitam untuk menyesuaikan tema musim gugur dan musim dingin. Sementara dari sisi motif Batik Kudus yang digunakan adalah motif wajikan, beras kecer dan kotak geometrik sebagai dasar, berpadu menarik dengan motif utama bunga Lotus.

Tak hanya pada New York Fashion Week, Batik Kudus dalam kolaborasinya dengan Balijava juga sudah pernah diperagakan dalam acara Indonesia Festival (Indofest) di Nottingham, London pada tahun 2015. Tahun ini, Denny Wiryawan kembali berkolaborasi dengan Djarum Bakti Budaya Foundation menghadirkan batik kudus dan Balijava dalam peragaan busana bertajuk "Pasar Malam".

"Kolaborasi ini merupakan momentum besar bagi Batik Kudus dan Denny Wirawan. Ini merupakan langkah serius kami untuk mengangkat kembali keindahan motif Batik Kudus ke pasar retail," ujar Renitasari Adrian, program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

video youtube embed