Kisah Bocah Termuda di Cile yang Temukan Fosil Dinosaurus

Banyak anak kecil yang berimajinasi tentang sebuah petualangan yang melibatkan mereka dalam penemuan-penemuan hebat di dunia, seperti penemuan fosil dinosaurus. Namun bagaimana jika imajinasi itu menjadi kenyataan?
Pada tahun 2004, seorang anak asal Cile, Diego Suarez, jatuh ketika sedang bermain di hutan sekitar Taman Nasional Queulat di Provinsi Aysen. Ia tidak menyangka, ternyata penyebab ia terjatuh adalah sepotong tulang fosil dinosaurus.
Tidak ada yang menduga, liburan biasa keluarga Diego ke daerah Cerro Negro (daerah gunung aktif di Nikaragua) menjadi perjalanan yang mensejajarkan nama Diego dengan nama-nama ilmuwan (penemu fosil) lainnya.

Melihat penemuan Diego itu, kedua orang tuanya langsung menggali tanah untuk mengetahui fosil tersebut berasal dari dinosaurus jenis apa. Mereka berharap penemuan anaknya dapat memiliki dampak besar untuk dunia pengetahuan.
Tidak lama setelah penemuan itu, harapan kedua orang Diego tentang penemuan anaknya yang akan memberikan manfaat untuk dunia pengetahuan menjadi kenyataan.
Sekelompok ilmuwan langsung melakukan penelitian di lokasi penemuan Diego sebelumnya. Namun mereka juga tidak dapat mengenali dari jenis apa dinosaurus tersebut. Kemudian untuk menghormati Diego sebagai penemu fosil, fosil tersebut diberi nama Chilesaurus diegosuarezi.

Secara teknis, Diego adalah penemu fosil tersebut, namun Diego baru mendapat penghargaan 13 tahun setelah hari saat ia dijatuhkan oleh penemuan besarnya itu atau tahun 2017. Saat ini usia Diego mencapai 20 tahun.
Sekarang nama Diego tercatat di Guiness World Records sebagai penemu fosil termuda. Untuk menularkan semangatnya, Diego memiliki satu pandangan hidup yang menganggap sesuatu yang kita anggap hanya mitos, bukan berarti mereka tidak ada.
"Just because the world thinks something does not exist, doesn't mean it is not there."
