Kisah Cinta Tragis Bidan Sweetha: Dibunuh Dony, Nakes yang Sudah Beristri
ยทwaktu baca 3 menit

Kisah cinta bidan Sweetha Kusuma Gatra Subandriya (32) dan tunangannya Dony Christiawan Eko Wahyudi (31) berakhir tragis.
Bidan Sweetha tewas di tangan Dony, tunangannya yang masih berstatus sebagai suami orang. Tak hanya tega menghabisi nyawa ibu dua anak itu, Dony juga tega menghabisi Muhammad Faeyza Alfarisqi (5), anak bidan Sweetha.
Kisah cinta mereka awalnya terasa indah dan manis. Keduanya yang merupakan tenaga kesehatan pertama kali bertemu pada Oktober 2021 lantaran menjadi vaksinator dalam sebuah kegiatan bersama.
Bidan Sweetha bertugas di salah satu rumah sakit kecil di Sleman. Sedangkan Dony di salah satu rumah sakit di Semarang.
Belakangan diketahui, ternyata Dony telah beristri dan memiliki satu anak. Meski begitu, ia tetap nekat melamar bidan Sweetha dengan menyembunyikan status perkawinannya.
Sementara itu, bidan Sweetha adalah seorang janda dua anak. Anak pertama bidan Sweetha yang belum diketahui usianya berapa tinggal di rumah orang tua Sweetha di Palembang, Sumsel. Sementara itu, Faeyza tinggal bersamanya di Sleman.
"Ini dua-duanya nakes. Sejak itu berkenalan, kemudian hubungan dekat dan bahkan tersangka ini sudah melamar kepada keluarga. Tersangka terikat perkawinan dan mempunyai 1 orang anak dari istri sah," ujar Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro di Polda Jateng, Jumat (18/3).
Hubungan istimewa itu membuat,Sweetha mempercayakan anaknya, Muhammad Faeyza Alfarisqi, untuk dititipkan ke Dony sejak awal Februari 2022.
Bukan kasih sayang Faeyza dapatkan, justru bocah malang itu mendapat berbagai siksaan. Ia disekap, disiksa, dipukuli dan dibiarkan kelaparan hingga mati lemas pada 20 Februari 2022.
Tragisnya, mayat bocah tidak berdosa itu baru ditemukan Rabu, 16 Maret 2022 dalam kondisi mengenaskan, hanya tersisa tulang belulang dan tengkorak di bawah Jembatan Susukan Tol Semarang-Bawen KM 426.
Sementara bidan Sweetha ditemukan jasadnya ditemukan di kolong jembatan Susukan Tol Semarang Bawen KM 425 hari Minggu (13/3) dengan kondisi terikat dan terbungkus sarung oleh warga yang sedang mencari rumput.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menemukan mayat anak kedua Sweetha. Posisinya tak jauh dari jasad Sweetha yang terbungkus sarung, dengan kaki dan leher terikat kain.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Summy Hastry Purwanti mengungkapkan, sang anak Faezya diketahui telah meninggal hampir sebulan yang lalu.
"Dari kerangka terdiri dari tulang dada, tulang tangan dan kaki, jari-jari sudah hilang tidak menggunakan pakaian dan cepat membusuk karena anak-anak. Meninggal sekitar 3 sampai 4 minggu yang lalu," jelas dia.
Sementara, dokter menemukan adanya tanda di bagian leher bidan Sweetha hingga menyebabkan kematian.
"Waktu kematiannya antara lima sampai tujuh hari. Memang ada kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan mati lemas sehingga meninggal. Baru dibuang di bawah jembatan. Meninggal karena kekerasan tumpul pada leher korban," kata Hastry.
Dony membunuh Sweetha karena tunangannya itu ingin bertemu anak yang dititipkannya ke Dony. Padahal anak itu sudah dibunuh Dony. Karena hal itulah, Dony lalu menghabisi Sweetha.
