Kisah Drivel Ojol Kejar Rombongan Siswa SMK yang Aniaya Rekannya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelajar SMA Diduga Penganiaya Driver Ojek Online. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar SMA Diduga Penganiaya Driver Ojek Online. (Foto: Dok. Istimewa)

Seorang driver ojek online dianiaya sekelompok siswa SMK yang sedang konvoi. Kisah itu bermula saat para siswa yang sepertinya baru saja merayakan selesainya ujian terlibat insiden dengan driver ojek online (Ojol).

Pada Kamis (5/4) sore jelang malam di jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, konvoi siswa SMK ini terlibat kericuhan dengan seorang driver Ojol. Driver Ojol itu mengalami luka di kepala. Para siswa SMK yang konvoi dengan sepeda motor itu lalu tancap gas melarikan diri.

Peristiwa penganiayaan terjadi begitu cepat. Rekan-rekan driver Ojol yang mengalami luka di kepala, segera datang dan memberi pertolongan. Tak hanya membantu membawa korban ke rumah sakit, para driver segera menyebar informasi lewat whatsapp group mengenai kondisi rekannya, dan permintaan tolong menangkap rombongan siswa SMK yang melakukan penganiayaan.

Beberapa jam kemudian, rombongan siswa SMK itu sudah didapatkan. Menurut Igun, salah satu pengurus Tim Tekab alias tim antibandit driver Ojol, siswa SMK itu bersama motornya digiring ke Polsek Cengkareng Jakarta Barat.

"Mereka dibawa rekan-rekan driver ke Polsek Cengkareng untuk diproses," kata Igun.

Tertangkapnya siswa SMK yang diduga menganiaya itu karena para driver saling bahu membahu dan lekas menyebar informasi via whatsapp. Mereka terpanggil dan membekuk siswa SMK ini.

Sementara itu menurut Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Octo Rika, kasus ini masih dalam penyelidikan. Penyidik kepolisian masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Dan menurut Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri, para siswa ini masih berstatus saksi.