Kisah Eks Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Pensiun, Dirikan Ponpes Lansia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Suasana Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis), yang terletak di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang terlihat tenang.

Belasan pria usia 50 hingga 60 tahun berjajar membentuk satu barisan menghadap kiblat bersiap salat berjemaah ashar. Mereka merupakan santri pondok pesantren (Ponpes) ini.

Ya, pondok pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi ini didirikan khusus bagi para lansia dan pensiunan yang hendak menimba ilmu agama.

Menariknya lagi, pendirian pondok pesantren ini diinisiasi oleh seorang purnawirawan polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) bernama Sukiyono.

Pendiri Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis) AKBP (Purn) Sukiyono (kiri) dan Ketua Yayasan Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis) Drs Abidin Ibnu Rus Drs Abidin Ibnu Rus. Foto: Dok. Istimewa

Mantan Wakasat Reskrim dan Kasie Humas Polrestabes Semarang ini mewakafkan tanah miliknya seluas 1,3 hektar demi pendirian pesantren.

"Saya ini jadi polisi sudah 38 tahun. 38 tahun saya ada di bidang reserse. Sebelum ini saya punya majelis taklim lalu berkembang, dan terbentuklah pondok ini. Supaya bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sukiyono, Selasa (12/7).

Pendirian pesantren ini pun bukan tanpa tujuan. Ia ingin para lansia atau teman sejawatnya yang kini telah purna tugas kembali mendalami ilmu agama yang mungkin dulu belum sempat ditekuni.

Suasana Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

"Kita ini orang reserse. Saya ingin teman saya yang sudah pensiun atau yang belum, bisa belajar agama lagi di sini. Mungkin dulu belum sempat belajar sekarang bisa belajar agama di sini," ujar dia.

Meski baru diresmikan dua tahun yang lalu, fasilitas pondok pesantren ini pun cukup lengkap. Ada dua ruangan asrama dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur yang bisa digunakan para santri dan santriwati.

Lingkungan pondok pun terlihat bersih dan asri dengan pemandangan Gunung Ungaran yang menjulang tinggi.

Suasana Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

"Mulanya ini saya sendiri. Tapi kemudian dibantu oleh beberapa orang. Ini sedang proses pembangunan masjid," kata dia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis) Drs Abidin Ibnu Rus menjelaskan, pembelajaran di ponpes ini mengacu kurikulum ponpes Nahdlatul Ulama (NU).

Mereka mengunakan panduan kitab salaf karangan para ulama, seperti Nashaihul 'Ibad, Riyadhus Shalihin dan Arbain Nawawi.

"Ada santri yang dari nol belajarnya. Dari iqro A BA TA. Itu kita terima, kita ajari. Santrinya pun tidak hanya dari pensiunan atau purnawirawan Polri. Ada banyak dari masyarakat umum," ucap dia.

Kegiatan santri dan santriwati ini pun mirip dengan kegiatan pondok pesantren lainnya. Selain diajarkan ilmu-ilmu agama para santri juga mengamalkan kembali pola hidup sehat.

"Jadi di sini itu mulai kegiatan sekitar pukul 03.00 WIB, salat tahajud. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan taklim belajar agama sesuai kelasnya masing-masing. Santri juga setiap pagi kita ajak untuk senam untuk olahraga supaya badan bugar dan fit," kata dia

Dalam momen Idul Adha tahun ini, pihaknya juga melakukan penyembelihan 10 ekor hewan kurban yang tediri dari dua ekor sapi dan 8 ekor kambing itu juga dibagikan untuk warga sekitar.

"Dua sapi masing-masing merupakan donasi dari Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar dan bantuan dari Ibu dokter Affandi. Nanti akan dibuat sekitar 800 bungkus dan dibagikan ke warga sekitar," sebut Abidin.

Sukiyono dan Abidin berharap kehadiran ponpes khusus lansia ini dapat membawa rahmat dan berkah untuk semua kalangan.

"Saya ingin mengajarkan Islam yang ramah, penuh toleransi. Islam yang jadi rahmatan lil alamin untuk semua orang," ucap keduanya.