Kisah Haru Seorang Ayah Wakili Wisuda S2 UGM Anaknya yang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rosewarzal (59) datang mewakili wisuda S2 sang anak yaitu Reni Sabrina (27) di UGM, yang meninggal dunia pada Juni lalu akibat sakit ginjal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rosewarzal (59) datang mewakili wisuda S2 sang anak yaitu Reni Sabrina (27) di UGM, yang meninggal dunia pada Juni lalu akibat sakit ginjal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kisah haru muncul di wisuda Program Pascasarjana Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Gadjah Mada (UGM) di Grha Sabha UGM, Rabu (20/7/2022). Salah satu orang tua mahasiswa datang mewakili wisuda anaknya yang telah meninggal dunia.

Rosewarzal (59) datang mewakili wisuda sang anak, yaitu Reni Sabrina (27). Wisudawan Magister Administrasi Publik itu meninggal dunia pada 7 Juni akibat sakit ginjal.

Saat wisuda, Rektor UGM Prof Ova Emilia datang menghampiri Rosewarzal yang hadir bersama istri dan anaknya. Rektor kemudian memberikan ijazah kepada Rosewarzal.

Rosewarzal mengatakan anaknya ini meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUP Dr M Djamil Padang.

"Meninggal hari Selasa 7 Juni jam 08.28 WIB di rumah sakit Muhammad Djamil Padang. Sakit ginjal terakhirnya," kata Rosewarzal yang merupakan pengawas SMA di Riau saat ditemui di sela-sela wisuda.

Rosewarzal (59) datang mewakili wisuda S2 sang anak yaitu Reni Sabrina (27) di UGM, yang meninggal dunia pada Juni lalu akibat sakit ginjal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Sudah sakit selama kuliah tapi tidak begitu parah. Namanya ajal, Tuhan yang menjemput ya kita relakan," kata dia.

Dia bercerita anaknya berkeinginan kuliah di UGM setelah lulus dari Universitas Riau (Unri). Untuk mempersiapkan diri ke UGM, Reni sempat kursus Bahasa Inggris di Pare, Jawa Timur.

"Setelah lulus S1 dia bekerja 1 tahun kemudian pingin S2. Maka belajar Bahasa Inggris ke Pare," katanya.

Reni merupakan anak yang mandiri. Selama kursus di Pare hingga mendaftar kuliah di UGM dia lakukan sendiri. Bahkan sang ayah baru kali ini menginjakkan kaki di UGM setelah sang anak berpulang.

"Saya baru pertama kali ke UGM setelah dia meninggal," kata dia.

Reni memiliki semangat yang tinggi. Dia tetap menyelesaikan tesisnya dalam keadaan sakit.

Rosewarzal mengatakan keluarga sudah merencanakan setelah urusan kuliah selesai, Reni akan berobat di Riau. Saat Idul Fitri lalu, Reni pulang dan sempat menyusul keluarganya mudik di Sumatera Barat.

Rosewarzal (59) datang mewakili wisuda S2 sang anak yaitu Reni Sabrina (27) di UGM, yang meninggal dunia pada Juni lalu akibat sakit ginjal. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Pulang itu lebaran Idul Fitri itu. Hari pertama langsung ke Pekanbaru (periksa). Karena kami mudik ke Sumbar, saya tunggu di Sumbar. Setelah itu mulai sakit," kata Rosewarzal.

"Tapi itulah Tuhan menghendaki," katanya.

Setelah 3 hari kepergian Reni, keluarga kemudian membuka laptop dan WA Reni. Dari situ, keluarga bisa berkomunikasi dengan UGM.

"Setelah itu kami Zoom dengan orang UGM. Kami datang ke sini hari Senin kemarin," jelas Rosewarzal.

Bercita-cita S3 di Australia

Sebelum meninggal, Reni mengatakan kepada ayahnya ingin melanjutkan S3 ke Australia.

"Rencana dia ini mau S3 tapi belum kesampaian, mungkin adik yang bisa menyampaikan (cita-citanya)," katanya.

"Anaknya itu dia pintar. Belajar dan belajar. Makanya setelah S2 dia mau S3 di Australia," katanya.

Rosewarzal mengenang Reni sebagai figur yang berprestasi sejak kecil. Dia selalu mendapat peringkat baik dan sempat pula menjadi Paskibra di SMA-nya pada 2011.