Kisah Komplotan Pencuri Motor dari Hamberang, Lebak, yang Takluk di Neglasari
·waktu baca 4 menit

Sindikat maling motor ini terkenal, namanya Geng Hamberang, asal Lebak. Salah satu legenda yang terkenal soal geng ini mereka kebal peluru.
Tapi petualangan Geng Hamberang ini tamat di Neglasari, Tangerang. Adalah anggota Kepolisian dari Neglasari yang meringkus Geng Hamberang.
Menurut Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama dalam keterangannya, pihaknya sukses menggulung dua gerombolan pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan total 14 orang tersangka.
"Dan barang bukti motor curian sebanyak 19 unit motor berbagai jenis," beber Kompol Putra, Selasa (26/4).
Putra membeberkan, gerombolan pertama yang berhasil ditangkap Polsek Neglasari adalah gerombolan asal Kampung Hamberang, Desa Luhurjaya, Kec. Cipanas, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Kelompok ini dikenal sebagai Geng Hamberang.
Dari tangan kelompok ini Polsek Neglasari mengamankan 17 motor hasil curian.
"Kelompok pertama ini total sementara ada sembilan orang tersangka yang berhasil kami tangkap, semuanya berasal dari Kampung Hamberang, Lebak Banten. Mereka memiliki peran masing-masing yang terorganisir dan saling mendukung. Kami masih belum berhasil menangkap tiga pelaku lainnya yang memiliki peran penting sebagai pemetik motor," jelas Putra.
Hasil pemeriksaan penyidik, Geng Hamberang ini sudah melakukan pencurian motor di 32 lokasi, terbanyak di wilayah hukum Polsek Neglasari sebanyak 13 kali.
"Dan beberapa lokasi lainnya antara lain di Polsek Batu Ceper, Polsek Tangerang, Polrestro Tangerang Kota, Polres Lebak dan di beberapa lokasi wilayah hukum Polres Bogor," ujar Putra.
Putra meminta maaf kepada masyarakat atas terjadinya pencurian kendaraan bermotor di Neglasari.
“Banyaknya TKP Curanmor di wilayah kami Neglasari merupakan bentuk kegagalan kami Polsek Neglasari dalam upaya pencegahan terjadinya kejahatan. Dan sebagai cambuk bagi kami jajaran Polsek Neglasari untuk meningkatkan upaya preemtif dan preventif dalam rangka meniadakan segala bentuk gangguan keamanan, menjaga keselamatan harta benda masyarakat kami Kecamatan Neglasari," Urai Putra.
Sembilan orang tersangka Kelompok Curanmor asal Hamberang:
1. Bahtiar Rifai alias Eos (Captain sekaligus Pemetik)
2. Aditira alias Panjul (Pemetik)
3. Wahyudi alias Yudi (Joki)
4. Saepul Imanul Hakim alias Upang (Joki)
5. Tesha Agung Setiya Budi alias Conge (Joki)
6. Egi Muhamad Yani alias Yani (Joki)
7. Yaya Sunarya alias Yayah (penadah)
8. Joni Mahendra alias Jhon (penadah)
9. Ana Saputra alias Pokek (penadah)
DPO Pelaku Curanmor Kelompok Asal Hamberang:
1.Sapri alias Amang domisili di Jasinga Kabupaten Bogor, DPO ini adalah pemetik yang saat beraksi menggunakan Jaket Ojol Grab
2.Devi alias Depidep (Pemetik)
3.Misbah alias Mis (Pemetik)
Selain dari gerombolan asal Hamberang, Polsek Neglasari juga berhasil menangkap pelaku Curanmor kelompok lokal asal Neglasari dan sekitarnya dengan barang bukti dua unit sepeda motor dan total 5 orang tersangka.
Lima orang tersangka kelompok lokal:
1.Muhamad Riski alias Bocil asal Kec. Neglasari Kota Tangerang Joki
2.Dinny Hermawan alias Doyok asal Kec. Kosambi Kab. Tangerang. Pemetik
3.Niko Alias Kocin asal Kec. Kosambi Kab. Tangerang. (Penadah)
4.Anto alias Menyon asal Kec. Kosambi Kab. Tangerang. (Perantara jual)
5.Asanudin asal Kec. Paku Haji Tangerang Kabupaten (Penadah)
“Dari dua kelompok yang sudah berhasil ditangkap, kelompok asal Hamberang tergolong lebih licin dan profesional, mereka sekali jalan dari Hamberang minimal langsung delapan orang menggunakan empat motor yang dilengkapi pelat kendaraan palsu. Begitu tiba di daerah target mereka langsung menyebar ke empat lokasi berbeda untuk melakukan aksi pencurian. Hitungan detik motor korban berhasil dicuri dan langsung dibawa kabur menuju selatan Banten untuk dijual kepada penadah," jelas Putra.
Diketahui, puluhan motor hasil curian kelompok Hamberang ini banyak mereka jual ke daerah Citorek Kabupaten Lebak dan di daerah selatan Banten.
“Kondisi geografis di Citorek Kabupaten Lebak dan di daerah selatan Banten menyulitkan kami personel Polsek untuk mencari dan membawa balik motor korban yang sudah dicuri oleh gerombolan penjahat ini. Begitu kami tiba di sana sudah banyak penadah yang berhasil melarikan diri dan membawa kabur motor-motor curiannya," Terang Putra.
Polsek Neglasari mengeluarkan list data dari 19 Motor yang sudah berhasil disita mulai dari Jenis motor, warna, tahun, pelat asli, dan nama pemiliknya.
“Kami sudah mendata 19 motor yang berhasil kami sita, dari nomor rangka dan nomor mesin kendaraan, Kami Polsek Neglasari sudah mendapatkan identitas pemilik motor dan kami sudah menghubungi langsung korban baik melalui handphone ataupun melalui surat," urainya.
Polsek Neglasari mengimbau kepada warga yang pernah menjadi korban Curanmor tidak perlu datang ke Polsek Neglasari untuk mengecek apakah motornya sudah berhasil ditemukan atau belum karena Polsek akan menghubungi.
“Kami yang menghubungi para korban berdasarkan data kendaraan dan data laporan polisi yang sudah kami miliki sehingga para warga yang pernah menjadi korban Curanmor tidak perlu repot-repot datang ke Polsek Neglasari untuk mengecek motornya atau bukan yang sudah disita polisi. Yang tidak kami hubungi berarti memang belum berhasil ditemukan, kami masih berusaha maksimal," tutup Putra.
