Kisah Max, Anjing Australia yang Dapat Gelar Kehormatan dari Polisi

Max--seekor anjing--berusia 17 tahun, mendapatkan penghargaan sebagai anjing kehormatan polisi Australia setelah menjaga seorang anak bernama Aurora. Bocah perempuan berusia tiga tahun itu sempat hilang selama 15 jam di alam liar. Upaya pencarian Aurora dilakukan oleh petugas darurat setempat.
Aurora menghilang dari rumah sejak Jumat (20/4) siang waktu setempat. Diduga, Aurora hilang usai keluar dari rumah sendirian tanpa pengawasan. Lokasi hilangnya anak perempuan itu berada di hutan dan perbukitan di pinggiran Queensland.
“Leisa (nenek Aurora) mendengar suara Aurora di kejauhan dan (di perjalanan) bertemu dengan Max. (Saat itu) Max menuntunnya ke (lokasi) Aurora,” kata kerabat Leisa, Kelly Benston, seperti dilansir AFP, Minggu (22/4).
Max merupakan anjing jenis blue heeler dewasa peliharaan keluarga Leisa. Meskipun memiliki keterbatasan fisik tuna rungu dan sebagian matanya mengalami kebutaan, nyatanya Max tetaplah pahlawan bagi regu penyelamat dalam menemukan bocah perempuan itu.

Pasalnya, pencarian Aurora sudah dilakukan sejak Jumat (20/4) dan tidak menemukan hasil. Sampai pada akhirnya Max menuntun Leisa dan regu penyelamat menemukan Aurora dalam keadaan selamat pada pukul delapan waktu setempat, Sabtu (21/4).
Aurora ditemukan di sebuah lokasi yang dipenuhi semak-semak berjarak dua kilometer dari rumahnya. Kesetiaan Max pada Aurora sungguh tidak diragukan lagi. Max menemani Aurora dari heningnya malam dan menjaganya saat hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.
Atas dasar itulah, Kepolisian Queensland, Australia, memberikan penghargaan kepada Max dengan gelar kehormatan. “Sungguh kamu anjing yang baik, Max!”
“Karena menjaga dia (Aurora) tetap aman sampai dia ditemukan, kamu sekarang (menjadi) anjing kehormatan polisi!” Bunyi akun Facebook Kepolisian Queensland.
Menurut salah satu regu penyelamat, saat ditemukan, Aurora hanya mengalami luka ringan seperti goresan di bagian tubuhnya. Sedangkan menurut koordinator layanan darurat, Ian Phipps, kawasan rumah Aurora dikelilingi perbukitan dan banyak area-area yang sulit didaki.
“Jadi dia (Aurora) bepergian cukup jauh dengan anjingnya yang cukup setia kepadanya,” ujar Phipps.
