Kisah 'Mudik Dini' di Stasiun Senen: Tiket Murah, Libur Lebaran Lebih Panjang

29 Maret 2024 13:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/4/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/4/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Suasana mudik sudah mulai terasa di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3). Lalu lalang manusia bergembol tas dan barang bawaannya mulai ramai di halaman stasiun.
ADVERTISEMENT
Sebagian dari mereka rebah dan menyandarkan tubuhnya ke kursi panjang. Sambil menunggu rangkaian kereta tujuan mereka tiba.
Ada yang hanya membawa diri dan tas kecil. Namun ada juga yang membawa keluarga hingga barang-barang yang siap dibawa untuk sanak saudara di kampung.
Suasana pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Sudarsono (49) misalnya. Seorang pedagang ayam di Pasar Kranggot, Cilegon, Banten, yang memilih untuk mudik lebih awal agar bisa berlama-lama di kampung halamannya. Ia memboyong istri dan kedua putrinya untuk mudik ke Lamongan.
"Ya penginnya libur panjang sampai sebulanan lah di kampung. Makanya dipilih hari ini, terus juga yang mudik belum terlalu ramai lah," ujar Sudarsono.
Keluarga Sudarsono (49), yang akan mudik ke Lamongan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Menikmati libur panjang di kampung menjadi alasan Sudarsono memilih mudik hari ini. Padahal biasanya ia mudik ke Lamongan pada malam ke-25 Ramadan.
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang pedagang ayam di Pasar Kranggot, lapak dagangannya harus tutup sementara saat ia pergi mudik ke kampung. Katanya, lapak dagangannya juga ada orang yang masih sempat menggantikan untuk berjualan.
Sudarsono sudah membeli tiket jauh-jauh hari. Ia mengaku sempat harus berkejaran dengan waktu. Selain mengincar harga yang lebih murah, beli tiket jauh-jauh hari sebelum mudik dinilai Sudarsono sebagai cara agar mudik aman tanpa tergesa-gesa.
"Satu bulan yang lalu mulainya, ya sebelum puasa lah. Itu aja kita kejar-kejaran waktu, nyari harga yang murah," ucap Sudarsono.
Keluarga Sudarsono (49), yang akan mudik ke Lamongan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Ada juga pasutri asal Rajeg, Tangerang, yang mudik lebih awal yakni Agus dan Firlianita.
Beserta seorang putrinya, mereka terlihat sudah membawa koper dan beberapa barang lainnya untuk mudik ke Kebumen.
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang karyawan swasta, Agus mudik bersama keluarga kecilnya dengan memanfaatkan jatah 12 hari cuti tahunannya.
Suasana pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Meski demikian, Agus mengaku mereka hanya akan mudik singkat. Bahkan tidak sampai berlebaran di kampung.
"Senin besok sudah balik ke Jakarta lagi, enggak sampai Lebaran. Karena kan kita masih kerja," imbuh Agus.
"Tahun lalu (2023) enggak mudik, tahun sebelumnya (2022) mudik. Pas lebarannya, jadi lebaran di kampung," pungkasnya.