Kisah Nafis, Siswa Yatim Piatu di Kudus yang Diantar Polisi Ambil Rapor Sekolah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Satlantas Polres Kudus mendampingi siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). Foto: Dok. Polres Kudus
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Satlantas Polres Kudus mendampingi siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). Foto: Dok. Polres Kudus

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kudus, Ipda Moh Jafar mendampingi seorang siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6).

Hal ini merupakan bentuk kepedulian personel Polri kepada anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Kegiatan ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah, yakni mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar).

Siswa tersebut yakni Muhammad Azhari Nafis, warga Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog. Kehadiran polisi yang mengantar rapor itu bermula dari permintaan masyarakat melalui layanan Lapor Pak Kapolres Kudus agar Nafis mendapat pendampingan saat mengambil rapor sekolah.

Ipda Jafar mengatakan, pihaknya menjemput Nafis dari rumah menggunakan mobil polisi. Kemudian mengantarnya ke sekolah.

Selain membantu pengambilan rapor, kehadiran polisi juga diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi Nafis. Nafis kini tinggal bersama kakaknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Anggota Satlantas Polres Kudus mendampingi siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). Foto: Dok. Polres Kudus

"Alhamdulillah hari ini kami mendampingi adik kita Muhammad Azhari Nafis. Kami menjemput di rumah kemudian mengantarnya ke SMP 2 Gebog untuk mengambil rapor," katanya, Sabtu (20/6).

Saat pengambilan rapor, Nafis dinyatakan naik dari kelas VIII ke kelas IX. Ipda Jafar menyebut hasil belajar Nafis menunjukkan perkembangan yang cukup baik selama satu semester terakhir.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar membantu proses pengambilan rapor. Tetapi juga memberikan perhatian dan semangat kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

Usai menerima rapor, Nafis diajak makan siang bersama anggota Satlantas Polres Kudus. Polisi juga memberikan hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis untuk menunjang kegiatan belajarnya.

"Saya tersentuh dengan kondisi Nafis yang harus melanjutkan pendidikan tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut memperhatikan anak-anak yatim piatu agar tetap mendapatkan dukungan dalam menjalani pendidikan dan kehidupan sehari-hari," terangnya.

Anggota Satlantas Polres Kudus mendampingi siswa yatim piatu mengambil rapor di SMP Negeri 2 Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026). Foto: Dok. Polres Kudus

Pihaknya juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak selama masa liburan sekolah. Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk mencegah anak terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja. Yakni seperti balap liar, geng remaja, maupun tindakan lain yang berpotensi mengarah pada kriminalitas.

Sementara itu, Nafis mengaku senang mendapat pendampingan dari anggota kepolisian saat mengambil rapor. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi perhatian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Perasaannya senang, baru pertama kali ini diantar Pak Polisi," ucapnya.

Nafis mengaku akan terus bersemangat belajar dan meraih cita-citanya. Ia berharap kelak bisa menjadi anggota polisi yang baik serta mengabdikan diri untuk membantu masyarakat.