Kisah Osih Tetap Berjualan di Tengah Banjir Jelambar, Jakbar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Jalan Satria, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, pada Rabu (29/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Jalan Satria, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, pada Rabu (29/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Meski celananya basah kuyup, Osih Kurniasih (55), masih berupaya cekatan melayani para pembeli yang duduk untuk makan di warungnya. Langkahnya sesekali gontai karena tertahan banjir setinggi 30 cm.

Para pembeli pun tampak tak terganggu meski kakinya tergenang air yang kotor. Mereka tetap lahap menyantap makanan buatan Osih.

Usai melayani pembeli, Osih sesekali menengadahkan kepalanya ke langit yang mendung.

Doa dipanjatkannya agar hujan tak lagi turun dan banjir dapat surut dengan cepat.

"Surutnya sedikit, sedikit banget. Ya Allah, jangan hujan lagi, capek banjirnya," ujar dia saat ditemui di Jalan Satria, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, pada Rabu (29/1).

Osih mengaku bencana banjir telah menghambatnya berjualan. Dia kesulitan untuk pergi ke pasar membeli bahan baku makanan. Apalagi air sudah mengguyur sejak Selasa (28/1) petang.

Banjir di Jalan Satria, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, pada Rabu (29/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

"Serba susah belanja, menghambat kalau banjir," kata perempuan asal Sumedang itu.

"Biasanya bapak yang ke pasar pakai motor tapi banjir gini jadi susah ke pasar. Banjirnya tinggi. Ini masih pake sisa bahan yang kemarin," tutur dia.

Osih yang sudah berdagang sejak tahun 2002 mengaku sudah sering menghadapi bencana banjir. Menurut dia, banjir besar biasanya menerjang satu kali tiap 5 tahun.

"Dari cara orang-orangnya juga sih kalau banjir mah. Dari kebersihannya. Dari misalnya cara membuang sampah," kata dia.

Ia pun tak bisa berbuat banyak meski tiap hujan deras kebanjiran.

"Udah lama soalnya di sini, mau pindah juga mau ke mana," imbuhnya.

Banjir di Jalan Satria, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, pada Rabu (29/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Di lokasi yang sama, Aris (21), juga mengakui bencana banjir sudah berulangkali menerjang kawasan Jelambar.

Namun, dia enggan hanya menyalahkan pemerintah. Dia menilai penanganan banjir mesti dimulai dari kesadaran warga agar tak membuang sampah sembarangan.

"Harus dimulai dari warganya dulu. Jangan buang sampah sembarangan supaya gak tersumbat," ujar dia.