Kisah Pendaki Selamat yang Terjebak di Gunung Rinjani Akibat Gempa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendaki Gunung Rinjani, Abdullah Jaelani. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pendaki Gunung Rinjani, Abdullah Jaelani. (Foto: Resya Firmansyah/kumparan)

Tim gabungan Polri, TNI, dan Basarnas telah mengevakuasi 255 pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa yang melanda Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). Salah seorang pendaki selamat, Abdullah Jaelani, menyebut saat gempa terjadi, ia bersama 8 orang temannya tengah berada di Danau Segara Anak.

"Di Danau Segara Anak, waktu gempa itu benar-benar ‎benaran goyang di gunung, dua tiga kali, berturut-turut ya," katanya saat ditemui di Posko Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Senin (30/8).

Saat gempa terjadi, menurut Jaelani, beberapa akses keluar Gunung Rinjani roboh. ‎Pada waktu itu, dia bersama pendaki lain di Danau Segara Anak memutuskan menunggu bantuan dari pihak luar.

"‎Akhirnya pagi tadi kami sudah ngerembugin dengan teman-teman yang di sana, pulang saja. Langsung kami balik tadi pagi," ucap Jaelani.

Dikarenakan akses jalan keluar tertimbun longsoran tanah, akhirnya dia bersama yang lain memutuskan untuk mencari jalan lain. Saat melalui jalan lain itu, dia mengakui bahwa medan yang dilalui tergolong ‎ekstrem karena melewati tebing.

"Akhirnya kami pakai tali-tali yang dimiliki porter pemandu jalan untuk lewat akses itu. Disambung-sambung talinya," kata dia.

Senada, pendaki lain yang selamat, Andrian ‎mengungkapkan, tak semua pendaki yang berada di Danau Segara Anak itu turun. Menurutnya, ada pendaki yang memutuskan tidak turun karena mengalami trauma berat pasca gempa.

"Sudah disampaikan ke petugas di sana, mungkin nanti yang membawa langsung petugas. Mereka tidak mau, kami tidak bisa gimana. Kan capek semua," ujarnya.