Kisah Penjual Batagor Cuan Jutaan dari Berjualan di CFD

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pejual Batagor di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pejual Batagor di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Sudah 2 tahun Fajar menjajakkan batagor kuah dan saus kacang di trotoar kawasan Sudirman setiap Minggu pagi.

Pelanggan utamanya adalah para pelari yang pulang berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno.

Ia tak menyangka, jualan batagor ini menjadi pintu rezekinya. Dagangannya banyak dibeli oleh masyarakat terutama yang sudah berolahraga.

“Yah lumayan ya kita jualan kayak gini, laku, abis olahraga pada laper,” kata Ibu Fajar kepada kumparan, Minggu (18/4).

Pejual Batagor di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Bisa Raup Jutaan Rupiah

Ibu Fajar bilang, keuntungan berjualan batagor ini tidak main-main, ia bisa meraup untung hingga Rp 5 juta rupiah di hari minggu.

“Tergantung ya, kalau enggak ujan, bisa Rp 4 juta sampai Rp 5 juta,” katanya.

Keuntungan ini adalah untung kotor hariannya berjualan di Car Free Day mulai pukul 5.30 hingga 11.00 WIB. Selain digunakan untuk memutar modal, keuntungan ini juga ia pakai untuk menggaji dua pegawainya.

Warga mencoba permainan tradisional Egrang yang diadakan relawan penggerak olahraga DKI Jakarta saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Untuk berjualan tepat di trotoar pintu FX Sudirman, ia harus bayar sewa tempat kepada pengelola. Untuk biaya sewa sebulan ia harus merogoh kocek Rp 600 ribu.

“Bayar (sewa) dong, di sini kita sistemnya paketan, perbulan, sebulannya 4 kali CFD Rp 600 ribu,” katanya.

“Tapi kalau tanggal merah lain atau ada konser gitu, harganya beda lagi, di luar itu,” sambungnya.

Di hari biasa, Ibu Fajar menjajakan gerobaknya di kawasan perkantoran Jalan Rasuna Said. Ia juga membuka pesanan online. Namun, keuntungan saat Car Free Day lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan hariannya di hari biasa.

“Ini nggak sampe setengah hari bisa Rp 5 juta, tapi ya itu kalau engga ujan. Kalau ujan juga siapa yang mau lari,” tuturnya.

Warga mencoba permainan tradisional Engklek yang diadakan relawan penggerak olahraga DKI Jakarta saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO