Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Kisah Penyelamatan Paus Fransiskus yang Kritis saat Perawatan
26 Maret 2025 15:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Kesaksian mengejutkan disampaikan tim dokter Paus Fransiskus pada Selasa (25/3). Ternyata nyawa pemimpin Gereja Katolik itu nyaris tak tertolong.
ADVERTISEMENT
Kesaksian itu disampaikan tim perawat Paus Fransiskus, Dr. Sergio Alfieri. Dia mengakui Paus berusia 88 tahun itu sempat mengalami krisis pernapasan saat dirawat intensif di rumah sakit Gemelli Roma.
Ketika menghadapi kondisi itu, tim dokter hampir menghentikan pengobatan Paus. Namun, setelah diskusi mereka memutuskan mengobati Paus secara agresif.
“"Kami harus memilih apakah akan berhenti dan membiarkannya pergi atau memaksakannya dan mencoba dengan semua obat dan perawatan yang mungkin, dengan risiko yang sangat tinggi merusak organ-organ lain,'' kata Alfieri seperti dikutip dari Associated Press.
Alfieri menambahkan, saat salah satu tindakan medis yang diambil berisiko merusak ginjal dan tulang sumsum Paus.
“Kami memutuskan melanjutkan perawatan dan tubuhnya merespons perawatan dengan baik dan infeksi paru-parunya membaik,” tutur Alfieri.
ADVERTISEMENT
Adapun Paus dirawat di sejak 28 Februari 2025 setelah menderita pneumonia di dua paru-parunya. Total Paus dirawat intensif selama 38 hari.
Akhirnya pada akhir pekan lalu karena kesehatan semakin membaik Paus diizinkan keluar rumah sakit.
Tetapi, Paus wajib menjalani pemulihan kondisi selama dua bulan. Dia juga dilarang untuk menghadiri pertemuan besar.
Ketika pertama kali memperlihatkan diri seusai keluar rumah sakit, penampilan Paus tampak lemah dan ringkih.
Sampai sekarang Vatikan belum memberikan keterangan apakah Paus akan menghadiri pekan suci jelang Paskah pada 20 April 2025.
Saat ini Vatikan baru mengumumkan menunda pertemuan Paus dengan Raja Charles III. Penundaan atas kesepakatan bersama dengan alasan kondisi kesehatan.