Kisah Pilu ART di Terminal Kudus: Uang Sudah Habis Beli Tiket

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sartun di Terminal Induk Jati Kudus, Rabu (18/3/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sartun di Terminal Induk Jati Kudus, Rabu (18/3/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Wanita bernama Sartun (55 tahun) mudik seorang diri ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur; dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Perjalanan itu akan ia tempuh untuk membesuk suaminya yang sakit, sekaligus membawa sedikit uang untuk memperbaiki rumah.

Rumah Sartun masih beralaskan tanah, dindingnya bambu, atap sering bocor.

Sartun sudah tiga bulan berada di Kudus, bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di sebuah klinik, menjaga anak pemilik klinik dan membersihkan tempat tersebut.

Ditemui kumparan di Terminal Induk Jati Kudus, Rabu (18/3), Sartun tampak termenung sembari memegang tiket bus di tangannya.

Sartun di Terminal Induk Jati Kudus, Rabu (18/3/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

Ia membawa dua dus berisi pakaian, satu tas, dua goodie bag. Barang bawaannya lumayan banyak. Ia mengaku diberi beberapa pakaian oleh majikannya.

Sartun berada di Kabupaten Kudus sejak tiga bulan yang lalu. Dia bekerja sebagai buruh di salah satu klinik di Kota Kretek. Pekerjaannya sehari-hari menemani anak pemilik klinik serta bersih-bersih.

"Penghasilan saya gunakan untuk memperbaiki rumah. Setiap bulan saya kirim ke suami saya untuk dibelikan material pasir, semen, batu bata," kata Sartun.

"Biasanya suami saya nukang sendiri memperbaiki rumah, tetapi saat ini sedang sakit, kepalanya sering pusing sakit vertigo, sehingga harus istirahat," terangnya.

Cita-cita Punya Rumah Layak

Sartun di Terminal Induk Jati Kudus, Rabu (18/3/2026). Foto: Vega Ma'arrijil Ula/kumparan

"Saya ingin memiliki rumah sendiri. Selama 15 tahun ini saya dan keluarga menempati rumah saudara. Rumah saya sendiri saat ini belum bisa ditempati karena butuh perbaikan," ujarnya.

Rencananya, ia hendak di Ngawi selama dua pekan. Setelahnya, baru akan dipikirkan lagi apakah kembali ke Kabupaten Kudus atau bekerja di kampung halamannya sembari menemani suaminya yang sedang sakit.

"Nanti saya pikirkan lagi setelah lebaran. Intinya saya harus kerja untuk memperbaiki rumah," jelasnya.

Terkadang, ia ragu apakah mampu untuk memperbaiki rumah, namun ia terus berusaha untuk menabung menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memperbaiki rumah.

"Hari ini saja uang saya sudah habis untuk membeli tiket," kata Sartun.