Kisah Polisi di Sibolga: Bantu Korban Longsor hingga Anak Makan Ikan Teri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bhabinkamtibmas Kota Baringin Polres Sibolga Aiptu Hadi Sitanggang (kanan) saat membantu evakuasi material longsor di Sibolga. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bhabinkamtibmas Kota Baringin Polres Sibolga Aiptu Hadi Sitanggang (kanan) saat membantu evakuasi material longsor di Sibolga. Foto: Dok. Istimewa

Kota Sibolga menjadi salah satu wilayah di Sumatera Utara yang dilanda longsor sejak 25 November 2025. Beberapa jalan tertutup oleh material longsor hingga tidak bisa dilewati.

Di tengah bencana yang terjadi, terdapat kisah heroik dari Aiptu Hadi Sitanggang. Sejak hari pertama longsor terjadi ia telah berjibaku di tengah hujan untuk mengevakuasi material longsor demi menyelamatkan warga yang terdampak.

Tidak hanya itu, Bhabinkamtibmas Kota Baringin Polres Sibolga tersebut juga harus menghadapi suasana mencekam. Bukan karena faktor cuaca, tapi amukan massa.

Peristiwa itu terjadi pada 29 November 2025 di wilayah Kecamatan Sibolga Kota. Saat itu sebenarnya Hadi tengah membantu mengevakuasi material longsor, namun ada warga melaporkan banyak massa yang mendatangi sebuah mini market.

Dengan pakaian penuh lumpur, Hadi bergegas menggunakan sepeda motor dinasnya menuju mini market yang dimaksud. Ia berupaya menghalau massa agar tidak menjarah.

Bhabinkamtibmas Kota Baringin Polres Sibolga Aiptu Hadi Sitanggang (tengah) saat membantu evakuasi material longsor di Sibolga. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Hadi, diduga warga mulai panik karena bencana telah berlangsung berhari-hari. Kebutuhan pokok mereka di rumah mulai menipis. Di sisi lain penjarahan telah terjadi di kota tetangga.

"Hari Sabtu itu udah mulai mencekam di situ, Bang. Di rumah pun udah enggak ada beras, enggak ada apa lagi, karena sudah langka semua kan. BBM pun," ujar Hadi saat dihubungi kumparan, Selasa (3/12).

Awalnya Hadi tiba di lokasi itu seorang diri, namun tidak lama barulah tiga polisi lainnya datang membantu. Mereka sempat berhasil membuat warga mundur. Namun tidak lama warga kembali dengan jumlah yang lebih banyak.

Massa yang diduga berasal dari kota lain, memaksa untuk masuk ke mini market yang telah ditutup tersebut. Mereka mulai melawan dengan memukul dan melempari polisi.

Suasana sebelum penjarahan terjadi di mini market di Sibolga. Foto: Dok. Istimewa

"Jam tangan hilang di situ. Karena ditarik-tarik, dipukuli," ujarnya.

Hari itu, Hadi selamat dari amukan massa setelah seorang warga menariknya keluar dari kerumunan. Ia lalu mencari tempat yang aman.

"Ditarik lah aku ke belakang, diselamatkan lah aku. Jadi pas aku selamat, kulihat yang ngikut aku, ada juga satu orang polisi diselamatkan juga," ujarnya.

Luka fisik yang dialami Hadi tidak parah, namun sempat membuatnya trauma. Apalagi saat pulang ke rumah melihat sang anak yang hanya bisa makan ikan teri karena logistik makanan yang sudah habis.

instagram embed

"Anakku juga ya hampir enggak terurus sampai hampir lupa kan untuk ngasih logistik kan. Karena ya, aku harus juga bertanggung jawab sama keluarga. Makanya kemarin termenung lah aku," ujarnya.

Apa yang dialami warga, sebenarnya juga dialami oleh Hadi. Di rumahnya makanan sudah menipis. Ia tidak sempat menyetok bahan makanan saat awal bencana terjadi.

Bhabinkamtibmas Kota Baringin Polres Sibolga Aiptu Hadi Sitanggang (kiri) saat membantu evakuasi material longsor di Sibolga. Foto: Dok. Istimewa

Maka itu, Hadi menyayangkan ada warga yang melakukan penjarahan. Menurutnya dalam kondisi bencana seharusnya warga saling bantu.

"Yang kita sesalkan itu, di saat seperti ini masyarakat yang harusnya saling tolong-menolong kenapa saling menjarah," tuturnya.

Meski begitu ia bersyukur, kondisi itu tidak berlangsung lama. Sebab bantuan pengamanan maupun logistik datang pada hari berikutnya.

Polisi dari wilayah lain yang tidak terdampak bencana didatangkan untuk membantu pengamanan. Selain itu juga menyalurkan bantuan serta melakukan evakuasi.

Sebagai polisi yang juga warga lokal terdampak, ia sempat merasakan kelelahan menjalankan tugasnya. Maka itu kedatangan bantuan personel tersebut memberinya semangat baru.

Hadi yang pada hari Minggu memilih menepi untuk menenangkan diri dan keluarganya, akhirnya kembali ke lapangan pada hari berikutnya. Ia kembali ke lokasi longsor, menolong warga yang tertimbun.

"Karena trauma itu kan, Senin baru semangat lagi aku kerja. Senin baru ikut lah aku di belakang Masjid Sehati, ada dua lagi (warga) yang masih tertimbun. Tapi itulah, bersyukur lah aku, bisa selamatkan warga di situ," pungkasnya.