Kisah Pria di Bawean Sewa Pesawat Rp 110 Juta demi Rujuk Ibunya ke RS di Gresik

Gelombang tinggi di Perairan Pula Bawean, Gresik, tidak hanya memutus jalur pelayaran kapal. Kondisi ini juga bisa mengancam keselamatan nyawa masyarakat di pulau tersebut.
Di balik cuaca ekstrem itu, terdapat kisah seorang anak yang harus merogoh kocek hingga Rp 110 juta demi menyelamatkan sang ibu.
H. Ridwan (57), pengusaha asal Desa Sungaiteluk, Sangkapura, menyewa pesawat Susi Air untuk merujuk ibunya bernama Minasuha (79) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina.
Langkah ini diambil setelah Minasuha menjalani perawatan intensif di RSUD Umar Mas'ud Bawean selama lima hari. Namun, stok oksigen medis di rumah sakit tersebut semakin menipis akibat terhentinya pasokan logistik akibat gelombang tinggi.
"Kalau tidak dirujuk, oksigen yang dipakai untuk ibu saya diperkirakan maksimal hanya bisa sampai hari Minggu (2/8)," kata Ridwan kepada wartawan, Rabu (5/8).
Ridwan kemudian mencari informasi kapal yang berlayar menuju Gresik atau Lamongan. Namun, ia tidak menemukan jadwal kapal dalam waktu dekat.
Hingga, akhirnya ia menemukan informasi persewaan pesawat untuk menerbangkan ibunya itu.
Akhirnya, Ridwan menyewa satu pesawat khusus Susi Air tanpa penumpang lain untuk menerbangkan ibunya dari Bandara Harun Thohir Bawean menuju Bandara Juanda Surabaya pada Sabtu (1/8).
Kemudian, ibunya dibawa menggunakan mobil ambulans menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Pilihan ini saya ambil karena informasi persediaan oksigen terbatas akibat kapal tak berlayar berturut-turut. Jika tidak segera dirujuk, risikonya terlalu besar," ucapnya.
Ridwan mengungkapkan, biaya yang harus ia tanggung untuk menerbangkan ibunya itu sebesar Rp 110 juta. Biaya tersebut belum termasuk pemenuhan syarat dokumen medis dari maskapai serta biaya operasional pendukung lainnya.
"Sewa langsung ke Susi Air Rp 110 juta. Tapi uang saja tidak cukup. Semua formulir dan persyaratan medis harus dipenuhi terlebih dahulu. Belum lagi biaya lainnya," kara Ridwan.
Setelah mendapat perawatan di RSUD Ibnu Sina, diketahui bahwa Minasuha mengalami infeksi paru-paru.
"Alhamdulillah (sampai) di Rumah Sakit Ibnu Sina itu Senin (3/8). Diketahui ibu mengalami infeksi di bagian paru-paru," ucapnya.
Ia berharap kejadian yang dialami keluarganya itu menjadi pelajaran agar pemerintah dan pihak terkait bisa menambah cadangan oksigen medis di Bawean sebagai langkah antisipasi saat cuaca ekstrem yang melumpuhkan jalur pelayaran.
"Pelayanannya (RSUD Umar Mas'ud Bawean) sangat bagus, ramah, dan responsif. Hanya saja persediaan oksigen perlu ditambah untuk antisipasi. Cuaca di jalur Bawean sulit diprediksi sehingga stok cadangan sangat penting," katanya.
