Kisah Raihan, 10 Jam Mencekam Terombang-ambing usai KM Virgo Terbalik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raihan (19) awak KMP Virgo Transport 8 yang selamat saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Raihan (19) awak KMP Virgo Transport 8 yang selamat saat tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9/2026). Foto: kumparan

Tangis Raihan (19) pecah begitu tiba dengan selamat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9). Pemuda ini bersyukur masih diberikan kehidupan usai KM Virgo Transport 8 yang ditumpanginya terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9).

Usai kapal terbalik, Raihan harus bertahan selama 10 jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh awal kapal MV Haida.

Sepuluh jam menjadi waktu yang panjang bagi Raihan. Di tengah laut lepas, warga Garut, Jawa Barat, itu hanya bisa bertahan dengan berpegangan pada sebuah tabung gas.

Raihan merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal tersebut. Sehari-hari, ia bertugas sebagai petugas cleaning service.

instagram embed

Di tengah laut yang luas, Raihan terombang-ambing. Tabung gas jadi satu-satu pegangan dia kala itu. Ia berharap ada kapal yang datang dan menemukan dirinya.

“Selama di laut saya berpegangan dengan tabung gas sambil menunggu adanya kapal yang menyelamatkan saya” ujarnya kepada wartawan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Sepuluh jam terombang-ambing membuat Raihan tak punya banyak pilihan selain pasrah. Ia mengaku hanya bisa berdoa, bahkan sempat berpikir bahwa perjuangannya di tengah laut itu mungkin menjadi akhir hidupnya.

Pasrah dan berdoa, walaupun ini akhir hidup saya, saya ikhlas. Dan ternyata saya masih diberi keselamatan oleh Tuhan," ucapnya.

Doa Raihan terkabul. Dia ditemukan bersama lima temannya dan kemudian dievakuasi menggunakan MV Haida. Namun, rasa lega karena berhasil selamat belum sepenuhnya menghapus kecemasan. Ia masih menunggu kabar mengenai rekan-rekannya yang belum ditemukan.

Dari total 45 rekan kerja Raihan yang berada di KM Virgo Transport 8, baru 12 orang yang ditemukan, termasuk dirinya.

"Saya menunggu kabar mengenai teman saya yang belum ditemukan itu,” ujarnya.

Kapal Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Foto: Humas Polri

Sebelum kapal terbalik, Raihan dan teman-temannya sempat berupaya membantu para penumpang. Mereka membagikan life jacket ketika situasi mulai berubah menjadi kepanikan.

Namun, semuanya berlangsung begitu cepat. Kapal terbalik dan orang-orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Dalam hitungan waktu, Raihan akhirnya berada di tengah laut dan harus bertahan selama berjam-jam.

Empat bulan sebelumnya, Raihan baru memulai pekerjaannya di kapal Virgo Transport 8. Ia tentu tidak pernah membayangkan pekerjaannya di kapal tersebut akan berakhir dengan pengalaman yang begitu menegangkan.

“Sudah jalan 4 bulan saya kerja di kapal Virgo ini. Dan sangat tidak menyangka akan seperti ini,” tuturnya.

KM Virgo Transport dulunya merupakan kapal yang beroperasi di Jepang. Pada tahun 2025, kapal dibeli pengusaha Indonesia. Setelah mendapat perbaikan, kapal berusia 39 tahun itu beroperasi dengan nama Virgo Transport 8, melayani rute Surabaya-Banjarmasin per Juli 2026.

Pada Minggu (13/9) dini hari, kapal terbalik. Saat ini lebih 100 penumpang masih hilang.