Mobilan dari Palembang ke Jakarta, Rayakan Tahun Baru Terakhir sebagai Ibu Kota

Saifuddin bersama istri dan satu anaknya, ditemani sahabat, menempuh sekitar 7 jam perjalanan dari Palembang ke Jakarta menggunakan mobil. Mereka khusus datang menyaksikan perayaan pergantian tahun di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (31/12).
Sedari Sudirman-Thamrin ditutup sekitar pukul 18.00 WIB, Saifuddin sudah mengabadikan momen lewat telpon genggamnya. Sambil menggendong anaknya, dia merekam dari depan Pullman Hotel ke arah Grand Hyatt, tempat panggung utama.
Saifuddin mengaku sengaja menyempatkan waktu merayakan pergantian tahun di Jakarta. Ingin menjadi sejarah perayaan tahun terakhir di Jakarta sebagai Ibu Kota. Sebelum pindah ke Ibu Kota Nasional (IKN) di Kalimantan.
“Kami tertarik karena nanti kan kemungkinan kan katanya Ibu Kota pindah ke IKN. Jadi kami berminat ke sini karena untuk menutup tahun ini di Ibu Kota terakhir tahun ini,” kata Saifuddin kepada kumparan, Minggu (31/12).
“Tahun depan kan itu sudah di IKN,” imbuhnya.
Lain dari Saifuddin, Echa warga Cilegon yang juga datang bersama anak dan suaminya, juga punya alasan tersendiri memilih Bundaran HI menghabiskan malam pergantian tahun.
Echa mengaku sudah beberapa kali merayakan tahun baru di Jakarta, Bundaran HI. Tapi kali ini dia khusus datang untuk menyaksikan festival drone dan mapping air mancur.
“Baru kali ini nih ada drone, festival drone, water yang live show. Sama ada satu lagi yang 3D itu,” ungkap Echa.
Di Bundaran HI memang salah satu dari 12 titik panggung perayaan Jakarnaval dan Malam Muda Mudi Jakarta, perayaan tahun baru sepanjang Sudirman-Thamrin, dari Patung Kuda ke Bundaran Senayan.
Selain pertunjukan air mancur dan drone, alasan lain Echa memilih tetap menikmati perayaan tahun baru di sekitaran Jakarta karena masih terjangkau. Dia membandingkan bila harus ke Bandung yang berpotensi terjebak macet tol dan semacamnya.
“Dari Cilegon kan paling dekat ke sini [Jakarta]. Dan lebih terjangkau. Artinya, macetnya segala macam masih kita bisa liat. Kalau ke Bandung, tolnya aja sudah macet kan, ya. Lebih ke situ sih [alasannya pilih Jakarta],” ungkapnya.
