Kisah Siswa MI di Kudus Ciptakan Robot Agar Anak-anak Tak Malas Bergerak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa MI Qudsiyyah Kudus mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah bulan lalu.  Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Siswa MI Qudsiyyah Kudus mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah bulan lalu. Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Siswa MI Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah, memiliki keterampilan membuat robot. Robot yang dibuat itu sekaligus mengajak anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik agar tidak malas bergerak.

Pembimbing Robotik MI Qudsiyyah Kudus, Muhammad Sirrul Wafa, mengatakan robot yang diberi nama "Robot Linetrace" ini dibuat oleh lima siswa MI atau SD.

Mereka adalah Arjuna Rafa Adrian (kelas 3 MI), Zidni Ilma Nafi'a (kelas 5 MI), Tristhan Athallah Faqih Rahman (kelas 6 MI), Muhammad Khaizuran Husein (kelas 6 MI), dan Muhammad Fakhri Zafran Asyraf (kelas 6 MI).

"Ide membuat robotik ini untuk keikutsertaan di acara Festival Berpikir Komputasional karena menyesuaikan temanya untuk mengatasi literasi fisik untuk anak-anak yang selama ini kurang gerak," katanya, Jumat (2/10).

Siswa MI Qudsiyyah Kudus mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah bulan lalu. Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Dalam proses pembuatan robot, tetap didampingi oleh para guru hingga akhirnya dapat beroperasi.

Kelima siswa yang tergabung dalam proyek robotik ini juga mengikuti ekstrakurikuler robotik di sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung setiap Sabtu sepulang sekolah, pukul 13.30 WIB hingga 14.30 WIB.

"Ketika ada ajang Festival Berpikir Komputasional dari Djarum Foundation, kami seleksi yang paling jago robotik. Sehingga terpilih anak-anak ini," sambungnya.

Melalui robot inilah, ia dan para siswanya mencoba mengajak anak-anak agar tidak malas bergerak. Ia percaya robot dapat lebih menarik perhatian anak-anak untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik dengan mengikuti pergerakan maupun instruksi dari robot.

Proses pembuatan robot tersebut berlangsung selama satu bulan. Ada dua robot yang dibuat, yakni robot pertama berbentuk stasiun kereta dan robot kedua berbentuk kereta.

"Robot kereta ini dia bergerak menuju ke robot stasiun sambil memberikan instruksi agar robot stasiun mengajak anak-anak untuk bergerak dari satu pos ke pos yang lainnya. Di setiap pos, ada beragam kegiatan yang harus dilakukan anak-anak dengan cara bergerak," terangnya.

Secara keseluruhan, ada empat pos. Masing-masing pos memberikan instruksi kepada anak-anak untuk bergerak sesuai arahan robot. Keempat pos tersebut yakni "Pos Semangat Berani", "Pos Tangkas Jasmani", "Pos Ilmu dan Adab Sehat", dan "Pos Istiqomah Sehat".

Siswa MI Qudsiyyah Kudus mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah bulan lalu. Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Robot tersebut bekerja dengan cara membaca jalur isolasi berwarna hitam menggunakan sensor inframerah. Robot juga dapat bergerak mengikuti lintasan secara otomatis dan berhenti di setiap pos untuk memberikan instruksi kepada anak-anak agar melakukan aktivitas fisik.

Pergerakan dan arahan robot telah diprogram oleh kelima siswa MI Qudsiyyah Kudus menggunakan sistem coding dasar. Mereka memprogram robot tersebut melalui aplikasi PictoBlox.

Wafa menambahkan, pembuatan robotik ini bertujuan menggabungkan literasi fisik dengan pembelajaran teknologi. Selain itu, robot tersebut juga dirancang untuk mengajak anak-anak aktif bergerak dan percaya diri. Siswa juga diajak belajar sambil bermain secara kolaboratif.

"Efektivitas anak-anak untuk mau bergerak mencapai 80 persen semenjak ada robitik ini. Mereka juga mau mengikuti instruksi dari robot," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembuatan robot ini secara tidak langsung mengajak anak-anak melatih kemampuan berpikir komputasional. Utamanya melalui empat aspek, yakni abstraksi, algoritma, dekomposisi, dan rekognisi pola.

Melalui empat aspek tersebut, siswa diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Metode komputasional ini diharapkan tidak hanya membuat anak-anak mampu belajar secara optimal, tetapi juga lebih mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah secara kritis.

Siswa MI Qudsiyyah Kudus mengikuti Festival Berpikir Komputasional di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah bulan lalu. Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Bawa Pulang 10 Piala

Sebanyak 10 piala berhasil dibawa pulang oleh MI Qudsiyyah Kudus dalam Festival Berpikir Komputasional tersebut. Ke depannya, penggunaan robot sebagai media pembelajaran akan terus dikembangkan.

Sementara itu, Tristhan Athallah Faqih Rahman, siswa kelas 6 MI Qudsiyyah, mengatakan dirinya senang membuat robot. Meski demikian, awalnya dia hanya sekadar iseng-iseng.

"Dari sekolah ada seleksi untuk ikut robotik di Djarum ini. Saya dapat nilai bagus dan akhirnya ikut serta," ungkapnya.

Tristhan mengakui ada sejumlah kesulitan yang dihadapi saat membuat Robot Linetrace bersama teman-temannya. Kesulitan tersebut terutama terdapat pada bagian pemrograman dan perkabelan.

Proyek robotik ini sekaligus diikutsertakan dalam ajang Festival Berpikir Komputasional yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Sejumlah prestasi juga diraih oleh para guru dan siswa saat mengikuti festival tersebut.

Berikut Daftar Juara Festival Berpikir Komputasional yang Diraih Guru dan Siswa MI Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah:

Prestasi Guru:

1. Silver Participant Program KOMPAK Tingkat SD/MI

2. Juara 2 Kenaikan Bebras Task Guru SD/MI

3. Bronze Participant Tim Gugus Tugas Program KOMPAK

4-5. 2 Bronze Participant Micro Teaching RPP Unplugged SD/MI

6. Bronze Participant Micro Teaching RPP Plugged SD/MI

7. Juara 1 Inovasi Literasi Fisik × Berpikir Komputasional

Prestasi Murid:

1. Juara 1 Lompat Navigasi Pemrogram Cilik Tingkat SD/MI

2. Juara 1 Zig-Zag & Menyortir Koin Tingkat SD/MI

3. Juara 2 Soal Bebras SIAGA Tingkat

SD/MI