Kisah Teguh Kerap Bikin Makam Kucing di Jaksel: Sering Dikira Kuburan Aborsi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makam kucing di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Makam kucing di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Puluhan makam kucing terselip di tengah jalur hijau di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Itu merupakan aksi dari seorang Teguh, pecinta kucing yang sehari-harinya menjadi asisten rumah tangga.

Makam itu, kata Teguh, sudah dibuatnya sejak belasan tahun lalu. Ia tak tega melihat banyaknya kucing yang menjadi korban tabrak lari.

"Ini mulainya dulu 2010 awalnya. Ya itu kucing jalanan aja yang mati di jalanan, tabrak lari. Jadi kita kuburin di sini," kata Teguh saat ditemui, Senin (11/3).

Majikannya juga mendukung apa yang dilakukan Teguh. Terlebih, sang majikan juga merupakan pecinta kucing.

Teguh (57), perawat makam kucing di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Teguh tak sekadar mengubur kucing-kucing yang mati. Seluruh kucing yang dia kubur pun pasti diberikan nisan, lengkap dengan namanya.

Karena kelakuannya, Teguh sempat ramai diperbincangkan di sosial media TikTok. Banyak warga dari penjuru Jakarta datang kepadanya untuk meminta tolong menguburkan binatang peliharaan kesayangan.

"Ada yang dari luar numpang ngubur dari sini juga ada. Dari luar, tadi dari Harmoni ada, Gunung Sahari, Duren Sawit, Kelapa Gading, Jati Padang, dari Mampang juga ada. Ya, mereka lihat dari TikTok," ucap dia.

Semua hal itu dilakukan Teguh secara sukarela, dia sama sekali tidak pernah mematok harga bagi masyarakat yang meminta tolong kepadanya.

"Enggak, kita sukarela aja, orang bukan lahan kita juga, lahan pemerintah. Kita enggak ngasih (harga), ya, paling dia ngasih uang rokok lah. Kita enggak minta," tutur Teguh.

Lika-liku Perawatan Makam

Makam kucing di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Selama belasan tahun merawat makam-makam kucing itu tak selalu berjalan mulus. Beberapa tahun lalu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum sempat meratakan kuburan kucing itu.

"Waktu itu sempet diratain ini sama tim Oranye itu. Rata. Dia ceritanya nyapu bersihin, main sapu-sapu aja, diangkatin semua nisannya," ungkap Teguh.

"Saya pugar lagi kayak gini. Dari kelurahan enggak apa-apa, sih, tapi, dari kelurahan enggak pernah ada komplain, kecamatan, kelurahan," tambah dia.

Bahkan, di awal-awal makam itu dibuat, Teguh mengungkapkan banyak warga sekitar yang curiga. Makam-makam tersebut beberapa kali dikira sebagai kuburan bayi hasil aborsi.

"Awalnya enggak percaya (kuburan kucing) tadinya. Dikira kuburan apa gitu," tuturnya.

Harapan Teguh

Caption: Makam kucing di Jalan Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dok Jonathan Foto: Jonathan Devin/kumparan

Lahan yang ia pakai untuk menguburkan kucing-kucing itu kian hari kian sempit. Teguh berharap perbuatannya mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

"Istilahnya kelurahan gimana, nih, kuburan. Dialihkan, dipindahkan, kan, bisa," ujarnya.