Kisah Wanita di Malang Ditipu Nikah dengan Wanita
·waktu baca 3 menit

Pernikahan Intan Anggraeni di Malang yang semula berjalan sederhana dan tampak normal, berubah menjadi pengalaman mengejutkan setelah identitas pasangannya terbongkar. Sosok Rey, yang selama ini dikenal sebagai pria, ternyata seorang perempuan yang diduga menyamar demi melangsungkan pernikahan.
Kasus ini terungkap usai malam pertama, saat Intan menyadari fakta sebenarnya dan langsung melapor kepada keluarga serta pihak kepolisian. Kini, kasus tersebut tengah ditangani aparat dengan dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan dalam proses pernikahan.
Momen Wanita di Malang Nikah dengan Wanita 'Nyamar' Pria Disaksikan Keluarga
Intan Anggraeni (28 tahun) telah melaporkan Rey—wanita yang menyamar sebagai pria dan dinikahinya pada 3 April 2026—ke Mapolresta Malang. Intan tak menyangka Rey menipunya.
Dalam video yang diterima kumparan, tampak momen pernikahan Intan dengan Rey berlangsung sederhana dan normal. Tak ada yang janggal dengan penampilan Rey. Ia mengenakan baju koko warna putih dan celana warna krem. Penampilannya semakin meyakinkan sebagai pria lewat peci yang dipakainya.
"Ya saudaraku Reynaldi Muhammad bin Faruq, saya nikahkan dan kawinkan atas wakil dari saudara Shodiq untuk menikahkan saudara dengan anak perempuan yang bernama Intan Anggraeni dengan mas kawin Rp 100 ribu dibayar tunai," ucap penghulu saat prosesi pernikahan.
Saat prosesi akad, Rey dengan lancar mengikuti ucapan penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Intan Anggraeni binti Shodiq dengan mas kawin uang Rp 100 ribu dibayar tunai," ucap Rey.
Keluarga Intan yang hadir pun menyambut pernikahan itu.
"Sah!" jawab keluarga.
Setelah proses akad selesai, Rey menyalami satu per satu keluarga Intan.
Setelah itu, Intan berjabat tangan dengan Rey, dilanjutkan bersalaman dengan kedua orang tuanya. Tampak suasana haru dalam prosesi pernikahan tersebut.
Rey Tak Bawa Keluarga, Terungkap di Malam Pertama
Saat prosesi pernikahan berlangsung, Rey tidak menghadirkan keluarganya. Alasannya, ia mengaku keluarganya telah meninggal.
"Waktu nikah, dia tidak membawa keluarganya. Alasannya waktu itu karena ada keluarga yang meninggal, jadi pernikahannya dilakukan secara siri. Tapi setelah dicek, ternyata tidak ada yang meninggal dunia sama sekali," kata Intan di Mapolresta Malang.
Setelah pernikahan berlangsung, Intan akhirnya mengetahui bahwa pasangannya tersebut bukan seorang laki-laki, melainkan perempuan.
"Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata perempuan, saya langsung menangis dan melapor ke orang tua," ujar Intan.
Polisi Usut, Termasuk Dugaan Pemalsuan Dokumen
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihaknya telah menerima laporan tersebut dan masih melakukan pendalaman.
"Benar, laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut," kata Rahmad.
"Saat ini kami melaporkan salah satunya terkait pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi Saudari Intan," ujar Eko saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).
Intan menceritakan, pernikahannya dengan Rey berlangsung pada 3 April 2026. Mereka awalnya bertemu pada Februari 2026 di sebuah kafe di wilayah Kota Batu. Ia awalnya tidak menaruh curiga sama sekali terhadap sosok Rey yang dikenalnya sebagai laki-laki tersebut.
"Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia mengaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli," ucap Intan.
